XL Axiata Siapkan Infrastruktur Jaringan ke Ibu Kota Baru

Cakupan base transceiver station (BTS) coverage yang dimiliki XL di Kalimantan mencapai 96%.
Image title
5 September 2019, 16:41
XL Xiata, pindah ibu kota
ANTARA FOTO/Reno Esnir
Teknisi XL Axiata melakukan pemeriksaan perangkat BTS di Labuhan Badas, Sumbawa Besar, Nusa Tenggara Barat, Senin (26/8/2019).

Perusahaan operator seluler PT XL Axiata Tbk (EXCL) rencana membangun infrastruktur perluasan jaringan seiring rencana pemerintah pindah ibu kota ke Kalimantan Timur. Perluasan jaringan sebagai langkah membangun ibu kota negara dengan konsep smartcity.

Hingga saat ini cakupan base transceiver station (BTS) coverage yang dimiliki XL di Kalimantan mencapai 96%. "Di Kalimantan kami juga telah memiliki fiber optik yang terhubung ke Jawa," kata Direktur Teknologi XL Axiata, Yessie D Yosetya, Kamis (5/9) di Jakarta.

(Baca: Sambut Ibu Kota Baru, Tiga Operator Maksimalkan Kapasitas Jaringannya)

Yessie menyatakan, XL siap mengembangkan jaringan telekomunikasi di Kalimantan Timur dengan menggandeng partner. Namun, ia masih belum memastikan partner yang akan bekerjasama mengembangkan jaringan di ibu kota baru. "Kami masih belum menentukan siapa partner yang nantinya akan bekerjasama," katanya.

Di Kalimantan, XL Axiata didukung lebih dari 7.000 menara BTS. Khusus di Kalimantan Timur, jaringan data tersedia di 9 kota/kabupaten dengan dukungan total lebih dari 2000 BTS dan 650 BTS untuk jaringan 4G LTE yang tersebar di 7 kota/kabupaten.

(Baca: XL Axiata Target Peningkatan Kualitas Jaringan 5G Capai 70% pada 2020)

Ada pun jaringan tulang punggung fiber optik di Kalimantan mencapai sekitar 2.500 kilometer. XL Axiata menargetkan menambah jaringan fiber optik sekitar 1.400 kilometer hingga akhir 2019.

Selama semester pertama 2019, EXCL mencatat pendapatan tumbuh sebesar 10,95% dari Rp 11,05 triliun menjadi Rp 12,26 triliun. Pertumbuhan itu didorong oleh peningkatan pendapatan layanan sebesar 15%.

Khusus pendapatan dari layanan data tumbuh 29%, meningkat kontribusinya menjadi 87% terhadap total pendapatan layanan di periode semester 1 2019 ini.

 

Editor: Yuliawati

Video Pilihan

Artikel Terkait