Dapat Modal Rp 700 Miliar, Intudo Ingin Biayai 16 Startup

Dana yang diperoleh Intudo dari mitra di Indonesia, Amerika Serikat (AS), dan, Taiwan.
Desy Setyowati
15 Februari 2019, 15:00
GoStartupIndonesia Scale Con 2018
Katadata/Desy Setyowati
Suasana GoStartupIndonesia Scale Con 2018 yang digelar oleh Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) dan Mandiri Capital di Jakarta, Senin (03/12/2018).

Perusahaan modal ventura asal Indonesia, Intudo Ventures telah mengumpulkan dana sebesar US$ 50 juta atau sekitar Rp 700 miliar. Rencananya, dana itu dipakai untuk investasi di 12 hingga 16 perusahaan rintisan atau startup di Indonesia.

Dana itu diperoleh Intudo dari mitra di Indonesia, Amerika Serikat (AS), dan, Taiwan. Mayoritas dana diperoleh dari mitra terdahulu Intudo. "Intudo berencana berinvestasi US$ 500 ribu hingga US$ 5 juta per startup," demikian dikutip dari Tech In Asia, Jumat (15/2).

Di antara Limited Partner Intudo itu, ada 20 bisnis keluarga di Indonesia yang turut serta. "Setiap Limited Partner dibatasi tidak lebih dari 10% dari total pendanaan," kata Intudo Ventures dikutip dari Deal Street Asia.

(Baca juga: Marketplace Mobil Bekas, BeliMobilGue Terima Investasi Rp 140 Miliar)

Advertisement

Intudo pun sudah mengumpulkan dana sebesar US$ 20 juta atau sekitar Rp 271 miliar pada Februari 2018. Dana itu dipakai untuk investasi di platform mobil bekas Nelimobilgue.co.id; perusahaan Co-Working Space Cohive; financial technology (fintech) Xendit; bidang kebugaran Ride Jakarta; startup biotech Nalagenetics; fintech lending untuk mahasiswa Dana Cita; Oriente; dan, EMQ.

Sebelumnya, CEO New Entrepreneurship Foundation (MyNEF) Lilyana Abd. Latief memperkirakan, startup asal Indonesia dan Thailand akan banyak memenangkan penghargaan di ASEAN Rice Bowl Startup Awards (ARBSA). Sebelumnya, penghargaan ini lebih banyak diterima oleh startup dari Malaysia dan Singapura.

ARBSA merupakan penghargaan skala regional yang diselenggarakan New Entrepreneurship Foundation. "Sepertinya tahun-tahun ini berubah, bergeser ke Indonesia dan Thailand yang menjadi negara top two," ujar dia beberapa waktu lalu (16/1).

Editor: Yuliawati
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait