Ekspansi ke Thailand, Traveloka Berhasil Jadi Paling Populer

Traveloka sedang dalam proses penjajakan berekspansi ke negara baru.
Yuliawati
10 Mei 2018, 17:10
Next Indonesia Unicorn (NextICorn)
Kominfo
Empat CEO Unicorn saat pertemuan The 1st Next Indonesia Unicorn (NextICorn) International Summit di Bali, 9/5/2018.

Perusahaan teknologi penyedia layanan pemesanan online tiket pesawat dan hotel, Traveloka berhasil menguasai pasar di Thailand, setelah dua tahun berekspansi ke negara tersebut. CEO dan Co-Founder Traveloka Ferry Unardi mengatakan aplikasi Traveloka menjadi aplikasi perjalanan yang paling populer di Thailand.

Popularitas Traveloka membuat membuat orang Thailand mengira mereka sebagai perusahaan lokal. “Traveloka memang berasal dari bahasa Sansekerta yang berkembang di sana, jadi namanya berbau lokal,” kata Ferry di sela-sela acara The 1st Next Indonesia Unicorn (NextICorn) International Summit di Nusa Dua, Bali.

Ferry mengatakan saat ini mereka telah merambah enam negara di Asia Tenggara. Selain Thailand, Traveloka hadir juga di Singapura, Malaysia, Filipina dan Vietnam.

Traveloka pun sedang dalam proses penjajakan berekspansi ke negara baru.“Tunggu tanggal mainnya,” kata Ferry.  (Baca juga: Nadiem: Go-Jek Siap Ekspansi ke Luar Negeri Bila 4 Syarat Terpenuhi)

Advertisement

Ferry mengatakan keberhasilan Traveloka karena terus mengembangkan produk baru. Jumlah karyawan khusus pengembangan produk berjumlah 700 orang atau sepertiga dari total seluruh karyawan.

“Kami terus menggunakan teknologi untuk mengembangkan produk yang memahami kebutuhan pelanggan. Hal ini yang membuat kami terus berkembang ke negara lain,” kata Ferry.

Traveloka merupakan satu-satunya unicorn atau startup dengan valuasi di atas US$ 1 miliar atau sekitar Rp 14 triliun (nilai kurs saaat ini), yang telah berekspansi ke luar negeri. Unicorn lain seperti Go-Jek, Tokopedia dan Bukalapak belum memutuskan untuk berekspansi ke negara lain.

(Baca juga: Traveloka jadi Sponsor Piala Dunia Sepakbola 2018)

CEO Tokopedia William Tanuwijaya mengatakan masih fokus untuk mempertahankan pasar e-commerce dalam negeri. William menjelaskan bahwa perusahan harus menguasai sebuah pasar sebelum memutuskan untuk berekspansi ke luar negeri.

“Indonesia pasar paling penting di Asia Tenggara,” kata William. 

Sementara itu CEO Go-Jek Nadiem Makarim menyatakan tertarik untuk membuktikan keberhasilan perusahaan transportasi online-nya tak hanya berlaku di Indonesia. Namun, terdapat empat persyaratan yang harus dipenuhi Go-Jek sebelum memutuskan berekspansi.

Empat syarat tersebut, pertama, Go-Jek memiliki penetrasi yang signifikan di Indonesia. Kedua, posisi yang lebih baik dibandingkan pesaing. Ketiga, memiliki staf yang mendukung bisnis di luar negeri. Keempat, memiliki cukup pendanaan.

"Jika empat hal tercapai, kami sudah memenuhi sebagian besar di antaranya, saya pikir cukup untuk uji coba ke negara lain," kata Nadiem.

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait