Kurangi Beban, Perusahaan Telekomunikasi Ramai-ramai Lepas E-commerce

Langkah perusahaan telekomunikasi melepas bisnis e-commerce untuk mengurangi beban, dianggap positif.
Miftah Ardhian
Oleh Miftah Ardhian
7 September 2017, 15:50
e-commerce elevenia
ANTARA FOTO/Muhammad Iqbal

Beberapa perusahaan telekomunikasi mulai melepaskan bisnis sampingannya di sektor e-commerce. Perusahaan memilih fokus pada inti bisnis karena kinerja e-commerce masih belum sesuai harapan dan memberatkan keuangan.

Analis Bina Artha Sekuritas Reza Priyambada menuturkan, pelepasan saham di bisnis yang bertujuan untuk mengurangi beban perusahaan merupakan keputusan yang baik.  

Reza menyoroti langkah PT XL Axiata Tbk yang telah melepas seluruh kepemilikan sahamnya di PT XL Planet yaitu operator dari e-commerce Elevenia.   "Ke depan mestinya ini akan memberikan sentimen positif (bagi pelaku pasar), tapi harus dilihat juga apakah ada perbaikan dalam hal peningkatan kinerja EXCL bila tidak ada Elevenia," kata Reza kepada Katadata.

(Baca: Tambah Investasi Rp 13 Triliun, Alibaba Borong Saham Lazada)

Reza mengatakan, dengan melepaskan Elevania, emiten berkode saham EXCL ini dapat lebih fokus untuk kembali mengembangkan lini bisnis utamanya yakni layanan data yang berkontribusi sebesar 53,17% dari total pendapatan.

Sementara, secara keseluruhan, bisnis digital EXCL hanya memberikan sedikit kontribusi bagi pendapatan perusahaan yakni sebesar 5%. Apalagi, bisnis di e-commerce Elevania justru malah memberikan beban bagi perusahaan.

CEO XL Axiata Dian Siswarini menjelaskan, keputusan melepaskan Elevania bertujuan untuk mengurangi dampak kerugian yang timbul dari e-commerce tersebut. (Baca juga: E-Commerce Berkembang, Jokowi: Hati-hati Para Pemilik Mal!)

"Transaksi ini akan memberikan nilai tambah, perseroan akan lebih fokus pada penyediaan layanan telekomunikasi selular, serta dukungan di industri e-commerce akan tetap dilakukan melalui fitur-fitur digital di layanan data," ujar Dian.

Selain itu, dampak dari pelepasan saham XL Axiata di Elevania ini juga dapat membawa perbaikan terhadap kondisi keuangan dan profitabilitas perseroan di masa mendatang. 

(Baca: Pemerintah Siapkan 30 Insentif Bagi Pelaku E-commerce)

Hal yang sama menjadi alasan PT Indosat Ooredoo memilih menutup Cipika, e-commerce yang menjual aneka produk pada Juni 2017 lalu. Head of Corporate Communications Group Indosat Deva Rachman mengatakan, pihaknya sudah tidak lagi menjadikan e-commerce sebagai sub bisnis di dalam tubuh Indosat.

"Memang kalau bisnis e-commerce itu, yield  agak lama," ujar Deva saat dihubungi oleh Katadata, Jakarta, Kamis (7/9).

Deva mengatakan saat ini, Indosat akan fokus menggarap lini bisnis utamanya yakni di sektor telekomunikasi dan data. Namun, Deva mengatakan, bukan berarti Indosat tidak akan merambah bisnis jual-beli secara online ini.

Akan tetapi, bentuknya tidak lagi membangun sub-bisnis di dalam tubuh Indosat, melainkan, akan berpartner dengan perusahaan e-commerce yang sudah ada.

"Jadi, strategi bisnisnya berupa partnership, bisa dengan perusahaan digital di Indonesia maupun global seperti spotify itu kan kerja sama dengan kami," kata dia.

 

 

Reporter: Miftah Ardhian
Editor: Yuliawati

Video Pilihan

Artikel Terkait