YouTube Hapus Otomatis Komentar yang Kritik Partai Komunis Tiongkok

Youtube mengatakan penghapusan konten tsb sebagai kesalahan berupaya menyelesaikan dan memperbaiki masalah tersebut.
Image title
Oleh Cindy Mutia Annur
28 Mei 2020, 20:16
youtube, tiongkok, AS
Arief Kamaludin | Katadata
Youtube sedang memperbaiki kesalahan penghapusan komentar yang menyudutkan Tiongkok.

YouTube menghapus secara otomatis komentar yang mengkritik Partai Komunis Tiongkok (CCP). Platform video milik Google ini mengatakan penghapusan tersebut secara otomatis adan merupakan kesalahan terkait sistem penegakan otomatisnya.

Juru bicara YouTube mengatakan, perusahaan berupaya menyelesaikan dan memperbaiki masalah tersebut di platformnya. "Setelah ditinjau oleh tim kami, kami telah mengkonfirmasi ini adalah kesalahan dalam sistem penegakan kami," ujar perusahaan dikutip dari CNBC International.  

Komentar tersebut dihapus pada Oktober 2019, dan ketika masalah ini diangkat kembali banyak yang berkomentar mereka memiliki masalah yang sama.

(Baca: Lampaui YouTube, TikTok Jadi Aplikasi Non-Game Terlaris di Dunia)

Komentar dihapus apabila video dan live streaming mengandung dua frasa bahasa Tiongkok yang artinya "bandit komunis" atau "pesta 50 sen". Youtube akan menghapus komentar dalam waktu sekitar 15 detik, menurut laporan dari The Verge.

Ungkapan pertama adalah istilah yang merendahkan paham komunis Tiongkok, sedangkan yang kedua adalah istilah yang diberikan kepada pengguna internet yang dibayar untuk memanipulasi opini publik tentang Partai Komunitas.

Dikutip dari The Verge, Rabu (27/5), YouTube mengatakan bahwa masalah yang menyebabkan komentar tersebut dihapus, masih diselidiki penyebabnya. Dalam uji coba yang dilakukan The Verge, komentar yang mengandung dua frasa di atas tidak lagi dihapus dari YouTube.

(Baca: Trafik Internet Naik 20% pada Masa Corona, Operator Kucurkan Rp 1,9 T)

Google memiliki sejarah panjang dan rumit dengan Tiongkok terutama dalam persoalan sensor informasi yang sesuai dengan keinginan PKC. Apalagi, diketahui bahwa perusahaan mengembangkan mesin pencarian prototipe disensor yang dikenal sebagai Project Dragonfly untuk pasar Tiongkok.

Namun, hal itu tidak pernah diluncurkan dan Google mengatakan kepada Komite Kehakiman Senat AS pada tahun lalu bahwa mereka telah menghentikan proyek tersebut.

Reporter: Cindy Mutia Annur
Editor: Yuliawati

Video Pilihan

Artikel Terkait