Rugi Besar, Startup Binaan Softbank Ganti Bos Baru di Kawasan Pasifik

WeWork merupakan satu dari 15 unicorn dalam portofolio Softbank yang menghadapi tekanan besar akibat pandemi corona.
Image title
Oleh Cindy Mutia Annur
3 Juni 2020, 15:24
Softbank, Wework, bos baru, kawasan pasifik
instagram/@wework
WeWork merupakan satu dari 15 unicorn dalam portofolio Softbank yang mengalami kerugian besar.

Startup binaan SoftBank, WeWork, menunjuk bos Baru di Asia Pasifik. Startup penyedia layanan ruang kerja bersama (coworking space) menunjuk Samit Chopra sebagai Managing Director perusahaan untuk kawasan Pasifik. Chopra akan mengawasi pasar-pasar utama di wilayah Australia, Indonesia, Malaysia, Korea, Filipina, Singapura, Thailand, dan Vietnam. 

Berbasis di Singapura, Chopra akan bertanggung jawab terkait manajemen finansial, strategi ‘go-to-market’, kepemimpinan penjualan, pertumbuhan dan inovasi, serta pengembangan talenta untuk WeWork Pacific. 

Chopra memiliki pengalaman lebih dari 20 tahun di industri real estate. Dia pernah bekerja di International Workplace Group (IWG) dan Jones Lang LaSalle (JLL). 

(Baca: CEO SoftBank Menyesal Investasi Ratusan Triliun di Startup Wework)

COO International WeWork Eugen Miropolski mengatakan, keahlian dan kepemimpinan Chopra di WeWork, diharapkan dapat mendorong rencana bisnis strategis, meneruskan kurva pertumbuhan, dan menavigasi masa depan ruang kerja perusahaan. "Kami pun berkomitmen untuk memperkuat tim kepemimpinan regional kami seiring dengan fokus kami untuk melaksanakan rencana strategis lima tahun kami," ujar Eugen dikutp dari siaran pers, Selasa (2/3).

Chopra mengatakan kehadirannya di Wework Pasifik dapat membawa kesuksesan jangka panjang serta mendorong pertumbuhan bisnis menguntungkan. "Bersama-sama, kami akan bekerja untuk mencapai tujuan bisnis kami, sambil terus memberikan pengalaman bekerja yang luar biasa kepada lebih banyak anggota dan karyawan di seluruh dunia," ujar Chopra.

WeWork merupakan satu dari 15 unicorn dalam portofolio Softbank yang menghadapi tekanan besar akibat pandemi corona sehingga menyebabkan investor asal Jepang mengalami kerugian besar.

(Baca: Bos SoftBank Proyeksi 15 Unicorn Bakal Bangkrut Akibat Pandemi Corona)

SoftBank Group melaporkan kerugian operasi untuk tahun fiskal 2019 yang berakhir Maret 2020 mencapai US$ 13 miliar atau sekitar Rp 191 triliun. Perusahaan pun mencatat rugi bersih tahun lalu sebesar US$ 8,9 miliar atau sekitar Rp 131 triliun.

Kerugian besar Softbank terutama disebabkan oleh kinerja anak usahanya, Vision Fund, yang menderita kerugian hampir US$ 18 miliar atau sekitar Rp 265 triliun. Kerugian Vision Fund merupakan dampak dari buruknya kinerja unicorn seperti Uber dan WeWork. WeWork mengalami rugi US$ 10 miliar atau sekitar Rp 147 triliun.

CEO SoftBank Masayoshi Son mengatakan pandemi corona merupakan krisis yang belum pernah terjadi sebelumnya. Ia mengatakan tak akan memberikan bantuan keuangan untuk menyelematkan 15 unicorn yang dinilainya berisiko itu.

(Baca: Pertama Kali dalam 15 Tahun SoftBank Rugi Rp 132 T, Jack Ma Mundur)

Reporter: Cindy Mutia Annur
Editor: Yuliawati

Video Pilihan

Artikel Terkait