Blokir Netflix Dibuka, Investor Makin Selektif Danai Startup VoD

Perkembangan startup-startup VoD juga akan bergantung pada kualitas konten yang ditawarkan.
Image title
9 Juli 2020, 05:00
Neftlix, video on demand, investor
Google Play Store
Ilustrasi Netflix

Platform Video on Demand (VoD) bertumbuh pesat di masa pandemi corona. Belakangan, pemain VoD global Netflix masuk pasar Indonesia setelah blokir dibuka oleh Telkom Group. Persaingan platform VoD pun makin ketat di Indonesia.

CEO BRI Ventures Nicko Widjaja mengatakan kondisi ini membuat investor makin selektif untuk mengucurkan dana untuk platform VoD. "Investor akan melihat total pasar yang dialamatkan (addressable market) berdasarkan jumlah populasi dengan daya beli yang cukup, serta demand yang tinggi dalam membeli sebuah layanan tertentu," katanya kepada Katadata.co.id, Rabu (8/7).

Berdasarkan data dari Statista, pendapatan segmen VoD di Indonesia diproyeksikan mencapai US$ 304 juta atau Rp 4,3 triliun pada 2020. Tiap tahunnya, pendapatan segmen VoD akan tumbuh sebesar 9,6%, dan pada 2024 akan menghasilkan volume pasar sebesar US$ 439 juta atau Rp 6,3 triliun.

(Baca: Telkom Buka Blokir, Netflix Janji Hadirkan Lebih Banyak Film Indonesia)

Statista juga mencatat, penetrasi pengguna VoD di Indonesia diproyeksikan tumbuh 8,4% pada 2020. Lalu, pertumbuhan akan sampai 19,4% pada 2024. Pendapatan rata-rata per pengguna diperkirakan sebesar US$ 7,35 atau Rp 106.000.

Untuk pasar VoD indonesia, investor akan memberikan pendanaannya kepada startup VoD ketika tercipta faktor pendorong. Seperti, struktur usia yang disasar VoD lebih condong ke anak muda, daya beli masyarakat yang naik, serta terbentuknya pola perilaku pengguna internet Indonesia dalam menggunakan layanan VoD.

Perkembangan startup-startup VoD juga akan bergantung pada kualitas konten yang ditawarkan. "Akan kembali lagi ke pasar untuk memutuskan apakah mereka menyukai konten yang ditawarkan masing-masing platform atau tidak," ujar Nicko.

Investor akan memilih untuk menyertakan saham pada perusahaan yang beroperasi di sektor sesuai dengan tesis investasinya. "Tentunya investor akan lebih memilih untuk berinvestasi pada industri yang mereka pahami sehingga mereka dapat mengukur risiko terkait," katanya.

(Baca: Ideosource Suntikkan Dana ke GoPlay untuk Bersaing dengan Netflix)

Beberapa platform VoD mengalami peningkatan transaksi didorong pandemi corona. Gojek mencatat, kunjungan ke platfom video on demand (VoD) GoPlay meningkat 10 kali lipat dibandingkan sebelum terjadi pandemi Covid-19.

IFlix juga mencatatkan kenaikan jumlah pengguna sampai 25% selama pandemi. Sedangkan lama penggunaan layanan meningkat 35%. Pengguna aktif bulanan iFlix mencapai 21 juta orang di seluruh dunia. Naik 42% sejak awal tahun ini.

Begitu juga dengan Hooq yang mengalami peningkatan trafik meskipun tak signifikan. Kenaikan trafik di Hooq lebih karena konten baru yang ditayangkan.

Pertumbuhan VoD itu membuat perusahaan pendanaan di sektor film dan media nasional Ideosource Entertainment kemudian menyuntikan dananya ke GoPlay. Modal tersebut diberikan untuk memperkuat platform VoD Gojek dan industri konten di Indonesia agar bisa bersaing dengan perusahaan lainnya seperti Netflix.

CEO Ideosource Entertainment Andi Boediman mengatakan, pendanaan di dunia konten terutama film memang cukup beresiko. Selama ini perusahaan bahkan menjalankan strategi manajemen risiko dengan melakukan investasi terhadap 15 film dari beberapa rumah produksi sekaligus.

Meski demikian, menurutnya pasar konten Indonesia memiliki potensi besar untuk mencapai nilai pasar hingga US$ 1 miliar dalam tiga tahun ke depan. Konten utama untuk meraih nilai tersebut yaitu theatrical release dan streaming.

Pemain VoD global Netflix juga mencatatkan pertumbuhan pesat di Indonesia. Berdasarkan data Statista, Netflix memiliki sekitar 481.450 pelanggan di Indonesia pada tahun lalu. Jumlahnya diprediksi meningkat dua kali lipat menjadi 906.800 pada 2020. Apalagi kini Netflix sudah tidak lagi diblokir Telkom Group. Pasar VoD bagi Netflix di Indonesia semakin terbuka.

(Baca: Perkuat Bisnis Streaming Film, Pengembang PUBG Tencent Akuisisi iFlix)

Advertisement





Reporter: Fahmi Ahmad Burhan
Editor: Yuliawati
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait