Kredivo Perluas Pinjaman di E-commerce Sejak Pandemi Covid-19

Kredivo memberikan pinjaman dalam bentuk fitur paylater di e-commerce.
Image title
10 Juli 2020, 09:31
fintech, pandemi corona, kredivo, fitur paylater
Kredivo
Kredivo memperluas pinjaman lewat fitur paylater selama pandemi Covid-19.

Startup teknologi finansial pembiayaan (financial technology lending) Kredivo menjalankan beberapa strategi agar dapat bertahan di masa panddemi corona atau Covid-19. Kredivo mengandalkan layanan kredit bagi pengguna e-commerce dan mengetatkan pinjaman.

Head of Marketing Kredivo Indina Andamari mengatakan, saat pandemi masyarakat membutuhkan platform keuangan yang mudah dan aman digunakan dalam bertransaksi. Kredivo menawarkan fitur paylater untuk transaksi di e-commerce.

"Kredivo terintegrasi dengan ratusan e-commerce. Itu mudahkan belanja dan mengurangi risiko tatap muka," kata Indina dalam acara Katadata Forum Virtual Series bertajuk Dampak Pandemi Covid-19 terhadap Pelaku Ekonomi Digital pada Kamis (9/7).

Fitur paylater menjadi tren yang diminati milenial. Fasilitas ‘beli sekarang bayar belakangan’ itu tersedia juga pada perusahaan aplikasi besar seperti Gojek, OVO, Tokopedia dan Traveloka.

(Baca: Survei KIC: 50% Startup Digital Mampu Bertahan di Tengah Krisis)

Kemudahan itu yang ditawarkan perusahaan untuk menggaet lebih banyak penggunaan di e-commerce, terutama selama masa pandemi. Ditambah, menurut laporan lembaga konsultan global McKinsey, transaksi harian di e-commerce dilaporkan melonjak sebanyak 26% selama pandemi.



Data internal Kredivo juga mencatatkan peningkatan stabil terhadap jumlah pengguna baru yang melakukan transaksi di e-commerce. Peningkatan terjadi hingga 42% selama masa pandemi dibandingkan jumlah pengguna aktif Kredivo di akhir bulan Januari 2020.

Ia mengatakan, strategi lain Kredivo selama pandemi yaitu pengetatan pinjaman. Sebab, meskipun permintaan pinjaman meningkat, risiko gagal bayar peminjam (borrower) selama pandemi cukup tinggi. "Kami antisipasi angka gagal bayar itu," ujarnya.

Di masa pandemi, Kredivo tetap menyalurkan pinjaman. "Namun, memang ada penyesuaian target kuartal dan tahunan karena pandemi," kata Indina.

Advertisement

(Baca: Era Pandemi Covid-19, Kominfo Tetap Targetkan 3 Unicorn Baru di 2024)

Sejak berdiri pada akhir Desember 2015 hingga awal tahun ini, tercatat Kredivo sudah menyalurkan pinjaman kepada sekitar 30 juta peminjam. Tahun ini, perusahaan menargetkan bisa menyalurkan pinjaman Rp 4 triliun.

Induk perusahaan Kredivo yaitu FinAccel memperoleh pendanaan seri C US$ 90 juta atau sekitar Rp 1,27 triliun akhir tahun lalu. CEO FinAccel Akshay Garg mengatakan, tambahan modal itu akan digunakan untuk meningkatkan penyaluran pinjaman di Indonesia. Selain itu, perusahaan ingin mengembangkan Sumber Daya Manusia (SDM) dan menciptakan produk baru.

Reporter: Fahmi Ahmad Burhan
Editor: Yuliawati
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait