Gaet SiCepat, M Cash Rambah Bisnis Pesan Antar Makanan

MCash menjajal peluang dari potensi bisnis pengiriman makanan yang sedang berkembang di Indonesia.
Image title
2 Desember 2020, 11:18
M Cash, Digiresto, Sicepat, pengiriman makanan
Katadata/Instagram
MCash meluncurkan Digiresto.

Startup kios digital PT M Cash Integrasi Tbk mulai merambah bisnis pesan antar makanan. Melalui anak perusahaannya PT Digital Maxima Kharisma (DMK), M Cash meluncurkan platform DigiResto bekerja sama dengan PT SiCepat Ekpres Indonesia (SiCepat).

Platform baru itu akan memfasilitasi konsumen untuk mengakses produk makanan dan minuman. DigiResto menawarkan pilihan makan di tempat, ambil (take away) atau pengantaran (delivery).

Pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) juga bisa terlibat dan berkomunikasi dengan pelanggannya di dalam platform. Hingga saat ini, lebih dari 2.200 mitra (merchant) aktif di seluruh Indonesia telah menggunakan DigiResto.

Direktur DMK Mohammad Anis Yunianto mengatakan, platform tersebut mengandalkan sistem pemesanan dan pembayaran dengan struktur biaya yang kompetitif bagi UMKM.

Untuk mengembangkan layanan pengirimannya, DMK berkolaborasi dengan SiCepat dalam melayani pengiriman secara last-mile. "Agar membantu meningkatkan efisiensi mata rantai pengiriman dan struktur biaya dari solusi pemesanan makanan kami," kata Anis dalam siaran pers pada Selasa (1/11).

Direktur Utama M Cash Martin Suharlie mengatakan, perusahaan membuat platform tersebut untuk menggarap potensi bisnis pesan antar makanan di masa pandemi. "Krisis kesehatan masyarakat global telah mengguncang banyak industri hingga ke bisnis utama mereka, termasuk industri makanan dan minuman," katanya.

Chief Executive Officer SiCepat The Kim Hai mengatakan, potensi bisnis pengiriman makanan saat ini sedang berkembang di Indonesia. "Kami melihat kemitraan ini sebagai peluang untuk berkembang lebih jauh dari layanan utama pengiriman paket kami," ujarnya.

Layanan pesan-antar makanan dan pengiriman barang memang diminati selama pandemi corona. Startup pun berlomba-lomba masuk ke lini bisnis ini. "Masyarakat yang terdampak pandemi corona telah mengalami perubahan perilaku," ujar Ketua Asosiasi Modal Ventura Untuk Startup Indonesia Jefri R Sirait kepada katadata.co.id, Juni lalu (3/6).

Masyarakat yang menerapkan pembatasan sosial atau physical distancing lebih sering menggunakan layanan online. Perusahaan teknologi pun berinovasi dan mengembangkan produknya agar lebih diminati konsumen.

Tidak hanya Gojek dengan GoFood atau Grab dengan GrabFood yang jadi pelopor layanan pesan antar makanan, di masa pandemi, saluran untuk berbelanja makanan pun menjadi beragam, mulai dari e-commerce, hingga media sosial seperti Instagram, WhatsApp, dan Facebook.

Sebelum pandemi, pesan antar makanan memang sudah jadi tren. Nielsen Singapura dalam laporannya tahun lalu menyebutkan, layanan pesan-antar makanan mulai menjadi tren di Indonesia karena potensi bisnisnya dinilai cukup besar.

Nielsen Singapura melakukan survei terhadap 1.000 responden di Jakarta, Yogyakarta, Bandung, Surabaya, Balikpapan, Medan dan Makassar. Sebanyak 95% di antaranya membeli makanan siap santap selama tiga bulan saat survei dilakukan.

Dari jumlah tersebut, 58% di antaranya menggunakan layanan pesan-antar makanan via aplikasi seperti GoFood dan GrabFood. Rerata mereka memesan 2,6 kali lipat per minggu. Berkaca dari data ini, menurutnya layanan pesan-antar makanan sangat potensial.

Ada beberapa alasan yang membuat layanan ini kian diminati. Utamanya, karena menghemat waktu dan tenaga. Lalu, ada banyak promosi. Selain itu, pilihan pembayaran dan jenis makanannya banyak.

Reporter: Fahmi Ahmad Burhan
Editor: Yuliawati

Katadata bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 2005 2020 55). Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik di sini untuk info lebih lengkapnya.

Video Pilihan

Artikel Terkait