Transaksi Terus Meningkat, Jenius Incar Kolaborasi dengan E-commerce

Jenius menyasar kolaborasi mitra dengan segmen e-commerce, platform donasi, hingga kuliner.
Image title
Oleh Fahmi Ahmad Burhan
3 Desember 2020, 14:25
Jenius, pembayaran digital, fintech
Google Play Store
Aplikasi Jenius.

Unit usaha Bank Tabungan Pensiunan Nasional (BTPN) Jenius melalui layanan pembayaran digitalnya Jenius Pay mencatatkan pertumbuhan jumlah transaksi di masa pandemi sebesar enam kali lipat. Meski pertumbuhan naik, jumlah mitra Jenius Pay hanya 29 entitas bisnis, sehingga perusahaan berencana menambah partner.

Tahun depan perusahaan berencana akan menjalankan strategi kolaborasi dengan berbagai ekosistem bisnis. "Tentunya tahun depan ada secara prinsip kami ingin menambah mitra atau partner, agar layanan mudah digunakan," kata Digital Banking Business Product Head, Bank BTPN Waasi B. Sumintardja dalam acara Virtual Press Conference Kolaborasi Jenius bersama JD.ID, Kopi Kenangan, dan Kitabisa.com pada Kamis (3/11).

Jenius menyasar kolaborasi mitra dengan segmen e-commerce, platform donasi, hingga kuliner (food and beverage). Waasi menjelaskan alasan perusahaan menyasar tiga segmen itu, sebab ketiganya mempunyai porsi penggunaan paling besar di platform pembayaran. "Bahkan e-commerce transaksinya meningkat lebih dari 50%," katanya.

Dari 29 mitra Jenius tersebut, yang masuk ke segmen e-commerce yakni Tokopedia, Blibli, hingga terbaru JD.ID. Di segmen donasi ada Kitabisa.com dan WeCare.id. Sementara untuk kuliner ada Kopi Kenangan dan Fore Coffee.

Saat ini, ada juga beberapa platform yang sedang dalam proses kerja sama kolaborasi dengan Jenius. "Kami ingin lebih banyak mitra dan juga bervariasi dari berbagai jenis industri," ujarnya.

Tidak hanya menjalankan strategi kolaborasi, tahun depan perusahaan juga tetap akan melakukan inovasi layanan. Perusahaan mengaku konsisten akan menerima masukan inovasi layanan dari wadah kokreasi. Wadah tersebut berisi masukan dari pihak pengguna Jenius maupun non pengguna untuk pengembangan fitur dan layanan baru Jenius.

Diketahui, Jenius Pay mencatatkan peningkatan transaksi enam kali lipat selama pandemi dibandingkan sebelum pandemi. Pengguna layanan juga meningkat tiga kali lipat.

Jenius Pay juga mencatatkan nominal transaksi sebesar 401% dari Maret hingga Oktober 2020. Sementara volume transaksi meningkat 212% di periode yang sama.

Waasi mengatakan, peningkatan transaksi di Jenius Pay sejalan dengan peningkatan transaksi di masing-masing mitra.

Mitra kuliner Kopi Kenangan misalnya, mengalami peningkatan transaksi sebesar empat kali dalam tujuh bulan terakhir. VP Growth & Product Kopi Kenangan Marsela Limesa mengatakan, peningkatan transaksi itu didominasi oleh metode pembayaran secara digital.

Di aplikasi Kopi Kenangan, 70% transaksi dilakukan secara non tunai atau cashless. "Masyarakat antusias dengan pembayaran digital. Ini jadi ujung tombak perubahan di Kopi Kenangan," katanya.

Begitu juga dengan platform donasi Kitabisa.com. VP Finance & Compliance Kitabisa.com Rahelyna Mairing mengatakan, transaksi harian di platform Kitabisa.com meningkat drastis hingga 2.000%. "Banyak acara digelar untuk solidaritas kepada masyarakat yang terdampak pandemi corona," ujarnya.

Hingga saat ini, total sudah ada Rp 1 triliun donasi terkumpul dari 5 juta donatur. Sementara, total donasi melalui platform Jenius Pay mencapai Rp 20 miliar atau 216 ribu transaksi.

Di sektor e-commerce, JD.ID yang merupakan mitra terbaru dari Jenius juga mencatatkan pertumbuhan signifikan saat pandemi. "Selama sembilan bulan pandemi ini, masyarakat dituntut melakukan penyesuaian gaya hidup belanja dan transaksi. Dengan kondisi ini masyarakat cenderung memilih opsi online," kata Head of Partnership & Head of Digital JD.ID Abraham Lushka.

Rata-rata penjualan mingguan di platform JD.ID meningkat 50% selama pandemi. Apalagi di masa festival belanja, peningkatan lebih tinggi lagi.

JD.ID menggelar festival belanja 11.11 dengan nama HarJOYnas. Penjualan barang di HarJOYnas itu meningkat 60% secara tahunan (year on year). "Pandemi ini aktifitas belanja meningkat drastis. Masyarakat memanfaatkannya sebaik mungkin, tidak hanya kebutuhan primer tapi juga tersier," katanya.

 

Reporter: Fahmi Ahmad Burhan
Editor: Yuliawati

Video Pilihan

Artikel Terkait