Pengguna Halodoc Naik Dua Kali Lipat, Layanan Dokter Paling Diminati

Halodoc telah menggaet 18 juta pengguna dan bekerja sama dengan lebih dari 4.000 penyedia layanan mulai dari rumah sakit hingga apotik.
Image title
Oleh Fahmi Ahmad Burhan
1 Maret 2021, 18:00
data kesehatan, halodoc, good doctor, pengguna aplikasi kesehatan
Katadata
Pengguna Halodoc melonjak dua kali lipat selama pandemi.

Pandemi corona membuat startup kesehatan Halodoc mengalami peningkatan pengguna dua kali lipat sepanjang 2020 secara tahunan (year on year/yoy). Peningkatan transaksi terutama dari layanan konsultasi kepada dokter yang meningkat 10 kali lipat.

Layanan selanjutnya yang diminati pengguna yakni informasi atau artikel kesehatan dengan peningkatan dua kali lipat jumlah pembaca. Selain itu, layanan toko kesehatan juga meningkat lima kali lipat. Kemudian, layanan buat janji dengan dokter meningkat tiga kali lipat. Layanan tes Covid-19 juga telah digunakan oleh 600 ribu lebih pengguna.

"Secara umum, karena di rumah saja selama pandemi, masyarakat yang ingin mendapatkan kebutuhan kesehatan kini menggunakan platform Halodoc," kata Chief Marketing Officer Halodoc Dionisius Nathaniel dalam acara konferensi pers virtual pada Senin (1/3).

Hingga kini perusahaan telah menggaet 18 juta pengguna. Terdapat lebih dari 4.000 penyedia layanan mulai dari rumah sakit hingga apotik yang tersedia di platform. Sedangkan, Halodoc juga telah menggaet 20 ribu lebih dokter.

Dionisius memperkirakan, layanan kesehatan melalui platform digital akan tetap diminati pada 2021. "Akan terus terjadi peningkatan, meski pandemi usai," kata Dionisius.

Ia juga memperkirakan bahwa layanan konsultasi kesehatan berbasis daring akan menjadi normal baru. Kemudian, akan muncul tren kesehatan baru yakni konsultasi kesehatan jiwa secara daring.

Selain kesehatan jiwa, masyarakat juga akan semakin banyak memanfaatkan layanan asuransi kesehatan secara daring. "Biasanya layanan asuransi kesehatan digital jarang digunakan, sekarang akan masif," katanya.

Untuk itu, pada 2021 perusahaan akan mengembangkan layanannya, mulai dari menambah fitur pada platform hingga gencar berkolaborasi menambah inventori layanan.

Dionisius mengatakan, tahun ini perusahaan menambah berbagai fitur seperti janjian virtual atau virtual appointment. Kemudian, berbagai fitur pencarian ditambah, seperti kalender menstruasi, kalender kehamilan, hingga pengingat obat.

Perusahaan juga berencana untuk menambah lebih banyak jumlah dokter dan fasilitas kesehatan yang terintegrasi di platform. Selain itu, ada juga layanan dokter senior melalui featured doctor. Kemudian, Halodoc juga berekspansi dengan menambah ragam dokter, seperti dokter hewan hingga psikiater.

CEO & Cofounder Halodoc Jonathan Sudharta mengatakan, saat ini Halodoc juga sedang menyiapkan pos pelayanan program vaksinasi Covid-19 secara drive thru di Jakarta. "Layanan ini sesuai arahan dari Kementerian Kesehatan RI, sebagai kontribusi Halodoc pada upaya percepatan program vaksinasi Covid-19," ujarnya.

Pada tahap awal pelaksanaan, fasilitas ini akan melayani kelompok masyarakat lansia yang memiliki KTP DKI Jakarta secara drive thru. Layanan tidak dipungut biaya apapun.



Selain Halodoc, Good Doctor juga mencatatkan peningkatan penggunaan layanan selama 2020. Perusahaan mencatat, transaksi layanan kesehatan jarak jauh (telemedicine) meningkat sekitar delapan hingga 10 kali lipat atau 900% selama pandemi corona 2020.

Managing Director Good Doctor Technology Indonesia Danu Wicaksana mengatakan, permintaan layanan temedicine meningkat karena masyarakat ingin meminimalkan risiko tertular virus corona. "Layanan ini pun tumbuh dalam setahun selama 2020," kata Danu saat konferensi pers virtual, Januari (28/1).

Sama seperti Halodoc Good Doctor juga memperkirakan layanan kesehatan secara digital akan tetap diminati pada tahun ini atau bahkan setelah pandemi usai. Sebab, Covid-19 mengubah perilaku masyarakat, termasuk dalam mengakses layanan kesehatan.

Sedangkan, berdasarkan hasil survei dari McKinsey, 65-80% responden akan tetap menggunakan layanan kesehatan secara daring dan telemedicine setelah Covid-19 berakhir.

 

Reporter: Fahmi Ahmad Burhan
Editor: Yuliawati
Video Pilihan

Artikel Terkait