Jelang PPKM Darurat, Transaksi Sayurbox dan TaniHub Melonjak Tinggi

Sayurbox mencatatkan peningkatan permintaan barang kebutuhan pokok sejak kasus Covid-19 kembali naik pada Juni lalu.
Image title
2 Juli 2021, 18:08
Sayurbox, Tanihub, transaksi tanihub, PPKM darurat
Google Play Store
Sayurbox

Pemerintah akan menerapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat atau PPKM darurat mikro pada 3 – 20 Juli. Selama penerapan PPKM darurat, penjualan online barang kebutuhan pokok diperkirakan akan meningkat.

Menjelang penerapan PPKM, startup pertanian Sayurbox dan TaniHub telah mencatatkan peningkatan permintaan barang kebutuhan pokok hingga dua kali lipat. Communications Manager Sayurbox Bintang Angkasa mengatakan bahwa Sayurbox mencatatkan peningkatan permintaan barang kebutuhan pokok sejak kasus Covid-19 kembali naik pada Juni lalu.

"Jika dibandingkan dengan waktu yang sama tahun lalu, terdapat peningkatan rata-rata permintaan sebesar 45%," kata Bintang kepada Katadata.co.id, Jumat (2/7).

Sedangkan, apabila dibandingkan dengan ramadan tahun ini, permintaan barang kebutuhan pokok saat ini meningkat hingga 30%.

Advertisement

Sayurbox memperkirakan kebijakan PPKM darurat mikro akan membuat permintaan barang akan terus bertambah. Untuk mengantisipasi ketersediaan barang, perusahaan melakukan beberapa upaya, salah satunya program tanam.

Program itu dilakukan guna mengetahui apa yang dibutuhkan pasar. "Sehingga para petani dapat menjual hasil panen dengan optimal tanpa adanya kekurangan atas ketersediaan barang," ujar Bintang.

Selain itu, perusahaan menggandeng lebih dari 1.000 petani agar menjadikan hasil panennya lebih beragam. Menurutnya, Sayurbox juga berkomitmen untuk mengedukasi petani, terutama melalui program plasma. Perusahaan juga memberikan pendanaan, bantuan teknis, dan bantuan kalkulasi laba rugi pada program tersebut.

Begitu juga dengan TaniHub. Chief Marketing Officer & Head of TaniHub Ritchie Goenawan mengatakan, perusahaan mencatatkan peningkatan transaksi barang kebutuhan pokok menjelang diberlakukannya PPKM darurat. "Sebagai perbandingan, pada saat ini dibandingkan puncak kasus Covid-19 tahun lalu, jumlah transaksi meningkat sampai dengan dua kali lipat," ujarnya.



Untuk mengantisipasi ketersediaan barang, perusahaan mengembangkan teknologi end-to-end. "Kami buat sistem manajemen fresh product, gudang, sistem manajemen transportasi, hingga pengembangan platform e-commerce," kata Ritchie.

Perusahaan juga bakal merekrut tenaga kerja operasional tambahan. Tambahan SDM dibutuhkan agar mereka dapat memenuhi permintaan konsumen, terutama pada saat terjadi lonjakan transaksi yang jauh lebih tinggi.

Pemerintah memberlakukan beberapa pembatasan selama PPKM darurat, seperti menutup pusat perbelanjaan/mal/pusat perdagangan tutup. Adapun supermarket, pasar tradisional, toko kelontong, dan pasar swalayan yang menjual kebutuhan sehari-hari dibatasi jam operasional sampai pukul 20.00 waktu setempat, dengan kapasitas pengunjung 50%.

Lalu restoran dan rumah makan hanya menerima layanan bungkus makanan (take away) dan pesan antar (delivery). Untuk fasilitas umum seperti area publik, taman umum, tempat wisata umum dan area publik lainnya ditutup sementara.

(UPDATE: Artikel ini diperbarui pada Minggu, 4 Juli 2021, pukul 14.20 WIB, pada bagian judulnya.)

Reporter: Fahmi Ahmad Burhan
Editor: Yuliawati
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait