Startup Tanda Tangan Digital Privy Raih Pendanaan Seri B Rp 240 M

GGV Capital memimpin pendanaan seri B untuk startup Privy, bersama dengan Endeavour Catalyst dan Buana Sejahtera Group.
Image title
26 Oktober 2021, 21:06
startup, privy
Telkomsel
Ilustrasi, TMI-PrivyID.

Startup penyedia tanda tangan digital Privy mendapatkan pendanaan seri B sebesar US$ 17,5 juta atau sekitar Rp 247 miliar. Pendanaan tersebut dipimpin oleh perusahaan modal ventura GGV Capital.

Selain itu, sejumlah investor juga terlibat, seperti Endeavour Catalyst dan Buana Sejahtera Group. Sejumlah investor terdahulu seperti MDI Ventures, Telkomsel Mitra Inovasi, Mandiri Capital, dan Gunung Sewu Group juga terlibat dalam putaran pendanaan tersebut.

CEO Privy Marshall Pribadi mengatakan, perusahaan akan memanfaatkan pendanaan seri B untuk memperluas cakupan infrastruktur teknologi informasi (IT) dan keamanannya. Dengan perluasan infrastruktur itu, Privy memproyeksikan transaksi harian mereka bisa akan meningkat dari 100 ribu per hari menjadi 800 ribu per hari hanya dalam dua tahun.

Selain itu, Privy juga memperluas bisnis tanda tangan digitalnya ke pasar luar negeri, salah satunya Eropa. "Mitra baru bisa membawa Privy ke panggung global," kata Marshall dalam siaran pers pada Selasa (26/10).

Perusahaan yang didirikan pada 2016 ini telah mengganti nama dari PrivyID menjadi Privy pada ulang tahun kelimanya tahun ini. Privy telah menggaet lebih dari 18,5 juta pengguna individu dan 1.257 Perusahaan. Privy juga telah mencatatkan lebih dari 69 juta tanda tangan per Oktober 2021.

Sejak 2017 hingga saat ini, jumlah pelanggan enterprise di Privy tumbuh 17,5 kali lipat, kemudian pengguna individu tumbuh 30 kali lipat, dan jumlah dokumen yang ditandatangani tumbuh 58 kali lipat.

Menurut Marshall, perkembangan bisnis Privy terdorong oleh pandemi Covid-19. Sejak pandemi, perusahaan banyak menerapkan kebijakan bekerja dari rumah atau Work From Home (WFH), sehingga aktivitas perjanjian atau kerja sama pun membutuhkan tanda tangan secara digital.

Pada 2021, Privy juga mendapatkan pengakuan tertinggi dari Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) sebagai Penyedia Sertifikat Elektronik (PSrE) Berinduk. Dengan begitu, kepercayaan pengguna kepada tanda tangan digital pun semakin besar.

Managing Partner di GGV Capital Jenny Lee mengatakan, Privy memiliki modal yang kuat dalam menyediakan layanan identitas digital. Hal ini juga didukung oleh potensi pasar yang besar.

Berdasarkan data Statista, total potensi pasar dari solusi identitas digital secara global diproyeksikan tumbuh dari US$ 23,3 miliar pada 2020 menjadi US$ 49,5 miliar pada 2026. "Ini akan memberikan landasan yang kuat untuk pertumbuhan masa depan perusahaan,” kata Jenny.

 

Reporter: Fahmi Ahmad Burhan
Editor: Yuliawati
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait