Rug Pull, Modus Pengembang Kripto Squid Game Bawa Kabur Rp 48 M

Pengembang uang kripto Squid Game membawa lari duit investor senilai US$ 3,36 juta atau Rp 48,1 miliar.
Image title
4 November 2021, 14:00
Squid game, kripto
imdb.com
Salah satu adegan dalam serial Netflix terbaik berjudul Squid Game (2021) menjadi inspirasi penipuan uang kripto.

Harga uang kripto (cryptocurrency) Squid Game sempat melesat 131.800%, tiba-tiba jatuh menjadi tak ada harganya atau US$ 0. Jatuhnya harga akibat pencurian dana uang kripto oleh pengembang yang disebut 'rug pull' atau skema tarik karpet.

Gizmodo melaporkan pengembang uang kripto Squid Game membawa lari duit investor senilai US$ 3,36 juta atau Rp 48,1 miliar. Modus rug pull terjadi pada Senin (1/11) yang membuat kumpulan likuiditas untuk uang kripto Squid Game di bursa kemudian menghilang dalam sekejap.

Alhasil, per Selasa (2/11) uang kripto ini tak ada harganya atau US$ 0. Padahal uang kripto sempat mencapai harga tertinggi sebesar US$ 2.861 atau Rp 40,7 juta per koin.

Dikutip dari CoinMarketCap, 'rug pull' merupakan manuver berbahaya di industri cryptocurrency. Pelaku 'rug pull' biasanya akan menjalankan aksinya di ekosistem keuangan terdesentralisasi atau decentralized finance (DeFi), terutama untuk bursa decentralized exchange (DEX).  

'Rug pull' berkembang pesat di DEX karena bursa ini memungkinkan pengembang membuat daftar uang kripto secara gratis dan tanpa audit.

Dalam menjalankan aksinya, pertama-tama pelaku akan membuat uang kripto dan mencantumkannya di DEX. Lalu, pelaku akan memasangkan uang kripto itu dengan mata uang kripto terkemuka seperti Ethereum. Ini agar investor bisa menukarkan Ethereum dengan uang kripto buatannya sendiri.

Pelaku juga biasanya membuat sensasi sementara, seperti melalui media sosial Telegram, Twitter, dan platform lainnya. Sedangkan, pada uang kripto Squid Game, pelaku mendompleng nama besar serial Netflix yang sedang digandrungi orang-orang. Ini untuk menumbuhkan kepercayaan investor.

Investor yang tidak curiga kemudian menukar Ethereum dengan uang kripto buatan pelaku, atau membelinya langsung. Setelah jumlahnya banyak, pelaku akan menarik semuanya dari kumpulan likuiditas dan mendorong harga uang kripto buatannya menjadi nol.   

Platform perdagangan cryptocurrency Binance turut menyelidiki kasus uang kripto Squid Game itu. Hasil temuan sementara, pengembang uang kripto memang menjalankan proyek penipuan.

“Jenis proyek penipuan ini telah umum di ruang DeFi," kata juru bicara Binance dikutip dari Coindesk, hari ini (4/11).

Binance juga mencatat bahwa investor uang kripto Squid Game cenderung spekulatif dan hanya mencari ‘moon shot’. "Mereka berinvestasi tanpa melakukan uji tuntas yang sesuai,” katanya.

Setelah kasus ini mencuat, Binance akan memasukkan alamat uang kripto Squid Game ke daftar hitam. Binance sedang menjajaki opsi untuk membantu investor yang dirugikan. "Kami menyebarkan analitik blockchain untuk mengidentifikasi aktor jahat,” ujarnya.

Selain pada kasus Squid Game, 'rug pull' juga terjadi pada uang kripto lainnya. Misalnya, pada kasus amplyfi money yang memanfaatkan protokol blockchain open source Ethereum. Pelaku melakukan 'rug pull' setelah mengumpulkan 2.500 koin Ethereum dari investor.  

Kemudian, pada kasus Beer Garden Finance pelaku membuat token palsu dengan memegang lebih dari 50% persediaan token di dompet pribadinya. Pelaku menyebarkan informasi melalui Telegram.

Sebelumnya, uang kripto Squid Game tercatat tak ada harganya di perdagangan atau US$ 0. Padahal harganya sempat melesat 131.800% selama hampir dua pekan sejak diperkenalkan pada 20 Oktober.

Seorang investor di Cina bernama Bernard bahkan kehilangan seluruh tabungannya yang mencapai US$ 28.000 atau Rp 401 juta.

Atas kejadian itu, Bernard menghubungi otoritas resmi di Amerika Serikat, yakni United States Securities and Exchange Commission (SEC) dan The Federal Bureau of Investigation (FBI). Bernard memilih melapor ke otoritas di AS karena di Cina, mata uang kripto dilarang pemerintah.

Ia juga telah menghubungi CoinMarketCap yang dianggap memberikan informasi terkait Squid Game. Namun, menurutnya CoinMarketCap tidak bertanggungjawab atas kehilangan aset Bernard itu.

Squid Game sendiri merupakan uang kripto yang terinspirasi dari drama Korea Selatan buatan Netflix dengan nama yang sama. Cryptocurrency ini merupakan koin eksklusif dari proyek Squid Game, platform play-to-earn crypto.

Proyek Squid Game adalah turnamen online yang kabarnya akan digelar bulan ini dan meniru enam putaran permainan yang ditampilkan dalam drama Korea Selatan Squid Game. Namun, kini ternyata pembuatnya ‘mencuri’ uang investor.

 

Advertisement
Reporter: Fahmi Ahmad Burhan
Editor: Yuliawati
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait