Penerapan Otomasi dan Robot di RI Bisa Memunculkan 46 Juta Pekerja

Pekerjaan yang tercipta di era otomasi dan robot terkait dengan pengelolaan manusia, penyediaan keahlian khusus, hingga kemampuan interaksi antar-instansi.
Image title
19 November 2021, 14:45
robot, otomatisasi,
ANTARA FOTO/REUTERS/Andreas Gebert/aww/cf
Robot Franziska menangis karena seseorang menghalanginya saat sedang membersihkan lantai sebagai pengganti petugas kebersihan yang hilang akibat pandemi penyakit virus korona dalam fase percobaan tiga minggu di rumah sakit Neuperlach di Munich, Jerman, Senin (25/1/2021).

Perusahaan penyedia solusi otomasi dan robot UiPath memperkirakan bahwa Indonesia mempunyai potensi besar dalam mengadopsi teknologi otomasi dan robotik.

Pernyataan ini juga sesuai dengan riset McKinsey yang menyebutkan masifnya otomasi di Indonesia mampu menciptakan 46 juta pekerjaan baru pada 2030.
 
Vice President UiPath Southeast Asia Wen Ming Wong mengatakan tren digitalisasi selama pandemi Covid-19 mendorong penggunaan otomasi dan teknologi robotik di Indonesia. "Ini membuat otomasi dan robotik akan diadopsi secara luas di pasar," kata Wen dalam konferensi pers virtual pada Kamis (18/11).

Apalagi, sejumlah perusahaan telekomunikasi di Indonesia telah menggelar jaringan internet generasi kelima atau 5G. Teknologi tersebut menurutnya mampu mendongkrak penerapan otomasi di berbagai sektor.

Misalnya, setelah adanya 5G, aplikasi atau bandwith di pelabuhan menjadi lebih tinggi. "Ini memungkinkan pelabuhan bisa menerapkan otomasi untuk memudahkan operasional," kata Wen.

Otomasi dan robotik menurutnya akan menunjukan peran signifikan sebagai enabler utama bagi perusahaan di Indonesia. Otomasi mampu meningkatkan produktivitas hingga memangkas beban tugas-tugas yang menjadi rutinitas keseharian perusahaan.

UiPath sendiri melakukan survei, terdapat 63% responden dari para eksekutif global yang mengatakan otomasi merupakan komponen penting dalam proses transformasi digital. Sementara, 57% dari mereka mengatakan otomasi bisa memangkas risiko kesalahan-kesalahan dalam proses manual. Alhasil, operasional bisa menjadi lebih efisien.

"Otomasi juga mendorong pertumbuhan bisnis secara cepat dan signifikan di lintas sektor di seluruh dunia, termasuk Indonesia," katanya.

Data Statista juga menunjukkan, industri robot akan terus bertumbuh dari sekitar US$ 43,8 miliar tahun ini menjadi hampir US$ 70,6 miliar pada 2028.

Adapun dalam riset bertajuk 'Automation and the future of work in Indonesia' pada 2019, McKinsey menilai otomasi berpotensi meningkatkan produktivitas dan pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) di Indonesia.

McKinsey menyebutkan, otomasi membuat 23 juta pekerjaan di Indonesia akan tergantikan oleh robot pada 2030. Pekerjaan tergantikan terutama terkait dengan aktivitas fisik berulang.

Namun, otomasi akan menambah 27 juta-46 juta pekerjaan baru di Indonesia pada 2030. Pekerjaan baru tersebut diantaranya terkait dengan pengelolaan manusia, penyediaan keahlian khusus, hingga kemampuan interaksi antar instansi.

Adapun beberapa pekerjaan yang bakal digantikan robot, berikut ini:

Reporter: Fahmi Ahmad Burhan
Editor: Yuliawati
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait