CEO OVO Jaygan Fu Siapkan Tiga Strategi Dongkrak Transaksi

CEO OVO yang baru, Jaygan FU, menyiapkan tiga strategi untuk mendongkrak akselerasi literasi dan inklusi keuangan digital di seluruh wilayah Indonesia.
Image title
19 November 2021, 19:30
CEO OVO Jaygan Fu Ponnudurai
Katadata
CEO OVO Jaygan Fu Ponnudurai

Platform pembayaran digital PT Visionet International atau OVO, sejak September lalu menunjuk Jaygan Fu Ponnudurai sebagai Chief Executive Officer atau CEO baru. Jaygan menggantikan posisi Jason Thompson.

Jaygan menyiapkan tiga strategi untuk mendongkrak akselerasi literasi dan inklusi keuangan digital di seluruh wilayah Indonesia.

Pertama, Jaygan akan memperbanyak edukasi ke konsumen dengan melekatkan layanan OVO pada kehidupan sehari-harinya. "Sehingga, konsumen merasakan kemudahan dalam beragam transaksi seperti membeli makanan, kebutuhan pokok, dan melakukan transaksi sehari-hari hingga rutin per-bulannya," kata Jaygan dalam siaran pers yang diterima Katadata.co.id, Jumat (19/11).

Kedua, memperluas layanan keuangan mulai dari asuransi, investasi hingga pinjaman bagi merchant serta konsumen. Ketiga, mendukung dan merealisasikan inisiatif regulator serta pemerintah.

Jaygan sendiri akan melakukan pendekatan kolaboratif dalam menjalankan ketiga strateginya. "Tujuannya agar mimpi OVO dapat terwujud lebih cepat,” kata Jaygan.

Jaygan menjadi CEO menggantikan Jason Thompson yang berakhir masa tugasnya. “Jaygan menggantikan Jason Thompson karena sudah menyelesaikan masa jabatan dan pindah ke Singapura,” kata Head of Corporate Communications OVO Harumi Supit kepada Katadata.co.id, September lalu (29/9).

Sebagai CEO, Jaygan bertanggung jawab atas seluruh strategi dan kinerja perusahaan. Sebelumnya, Jaygan menjabat sebagai COO di startup teknologi finansial (fintech) bernuansa ungu ini.

Jaygan juga sempat menjabat di Grab sebagai Deputy Regional Head of 2 Wheels Business (Bike dan Express). Jaygan juga menjabat sebagai Country Head of Malaysia dan Head of Operations Grab. Jaygan masuk di Grab pada 2013.

“Pengalamannya bersama OVO sejak 2018 diyakini akan memberikan nilai lebih bagi pertumbuhan dan peran kami dalam mengakselerasi transformasi pembayaran dan layanan keuangan digital, menuju literasi dan inklusi keuangan yang merata di seluruh Indonesia,” ujar Harumi.

Berdasarkan data internal, OVO telah memiliki 71% pengguna aktif. Tingkat brand awareness juga mencapai 96%.

Kinerja bisnis OVO juga moncer di tengah pandemi corona. Fintech ini mencatatkan kenaikan transaksi mitra penjual (merchant) online 76% selama semester pertama. Layanan OVO tersedia di lebih dari 430 kota dan kabupaten.

Fintech itu juga menggaet lebih dari satu juta merchant yang terhubung dengan standar kode quick response atau QRIS. “Selain itu, OVO banyak menjalin hubungan dengan perusahaan-perusahaan besar yang semuanya saling terhubungi melalui platform,” ujar Harumi.

 

Reporter: Fahmi Ahmad Burhan
Editor: Yuliawati
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait