Platform Kripto Kena Retas, Dana Rp 2,8 Triliun Dibawa Kabur

Platform uang kripto Bitmart mengalami peretasan yang menyebabkan kehilangan sekitar US$ 100 juta cryptocurrency di blockchain ethereum. Kemudian, sebanyak US$ 96 juta lainnya berasal dari binance.
Image title
6 Desember 2021, 16:08
kripto
Bloomberg
Mata uang kripto

Platform uang kripto atau cryptocurrency global Bitmart mengalami peretasan dengan nilai aset kripto yang hilang mencapai US$ 196 juta atau Rp 2,8 triliun. Perusahaan keamanan siber Peckshield menemukan peretasan  terjadi pada Sabtu (4/12) setelah menganalisa transaksi yang mencurigakan.

"Terdapat arus keluar di platform Bitmart yang stabil secara terus menerus sebesar puluhan juta dolar ke alamat Etherscan," kata Peckshield dikutip dari CNBC Internasional pada Senin (6/12).

Alamat Etherscan kemudian diketahui sebagai peretas platform Bitmart. Setelah mentransfer dana dari Bitmart, peretas tampaknya menggunakan agregator terdesentralisasi yang dikenal untuk menukar token curian dengan koin ethereum.

Peretas juga menyimpan koin ethereum ke dalam mixer privasi yang dikenal sebagai Tornado Cash. Alat itu membuat uang hasil peretasan lebih sulit dilacak.

Peckshield memperkirakan peretasan itu membuat Bitmart kehilangan sekitar US$ 100 juta cryptocurrency di blockchain ethereum. Kemudian, sebanyak US$ 96 juta lainnya berasal dari binance.

Peretas juga berhasil kabur dengan mendapatkan campuran lebih dari 20 token, termasuk koin binance, safemoon, dan shiba inu.

Bitmart telah membenarkan adanya peretasan itu. "Telah terjadi pelanggaran keamanan skala besar," kata perusahaan pada akhir pekan lalu (4/12).

Namun, berbeda dengan laporan Peckshield, Bitmart menyebut peretas telah menarik dana milik platform sebesar US$ 150 juta.

Bitmart menjelaskan saat ini perusahaan sedang meninjau keamanan menyeluruh. Perusahaan juga sedang menangguhkan sementara transaksi di platform.

Sebelumnya, riset dari perusahaan analitik blockchain Elliptic mencatat bahwa penipuan yang terjadi di ekosistem keuangan kripto terdesentralisasi (DeFi) telah mencapai US$ 10,5 miliar atau Rp 149 triliun sepanjang tahun ini.

Elliptic pun mencatat, sejak 2020 hingga saat ini, jumlah kerugian investor kripto karena penipuan di DeFi mencapai US$ 12 miliar atau Rp 170 triliun. Dari total kerugian itu, mayoritas kerugian disebabkan penipuan pada tahun ini yang mencapai Rp 149 triliun.

Salah satu kasus penipuan sempat ramai menimpa cryptocurrency, Squid Game. Pelaku yang merupakan pengembang uang kripto Squid Game menggunakan metode rug pull untuk membawa lari cryptocurrency milik investor.

Gizmodo melaporkan bahwa pelaku membawa lari duit investor senilai US$ 3,36 juta atau Rp 48,1 miliar. Alhasil, uang kripto ini tak ada harganya atau US$ 0. Padahal uang kripto sempat mencapai harga tertinggi sebesar US$ 2.861 atau Rp 40,7 juta per koin.

Advertisement

 

Reporter: Fahmi Ahmad Burhan
Editor: Yuliawati
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait