Cegah Startup RI Dikuasai Asing, BUMN Siapkan Suntikan Dana Rp 4,2 T

Image title
15 Desember 2021, 14:38
Merah Putih Fund, startup
Dok. Kementerian BUMN
Menteri BUMN Erick Thohir saat konferensi pers di Kementerian BUMN, Jakarta, Rabu, 1 Desember 2021

Beberapa perusahaan modal ventura dari Badan Usaha Milik Negara atau BUMN akan membuat program pendanaan bernama Merah Putih Fund yang akan menyalurkan dana US$ 300 juta atau Rp 4,2 triliun kepada startup di Indonesia. Program itu bertujuan mengurangi porsi asing dalam mendanai startup Indonesia.  

CEO Mandiri Capital Indonesia Eddi Danusaputro mengatakan, program pendanaan tersebut akan menyasar startup soonicorn. Startup tersebut masih dalam tahap pengembangan dan berpotensi menjadi unicorn.  

Sumber dana itu berasal dari perusahaan pendanaan milik BUMN antara lain Telkom, Telkomsel, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk., dan PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk.

"Kami kumpulkan dana US$ 300 juta untuk kuartal I dan kuartal II tahun depan dan dinvestasikan ke startup soonicorn di Indonesia," kata Eddi dalam Launching Akselerasi Generasi Digital di Jakarta pada Rabu (15/12).

Merah Putih Fund tidak menetapkan target jumlah startup yang akan mendapatkan pendanaan tersebut. Merah Putih Fund juga terbuka kepada sejumlah sektor startup. "Sektor e-commerce, teknologi finansial (fintech) dan edutech juga bisa," kata Eddi.

Hanya saja, ada syarat yang mesti dipenuhi oleh startup untuk mendapatkan pendanaan tersebut. Pertama, founder atau pemiliknya adalah orang Indonesia. Kedua, startup mesti beroperasi di Indonesia. Ketiga, apabila berencana mencatatkan penawaran saham perdana ke publik atau IPO, harus di Bursa Efek Indonesia (BEI), bukan luar negeri.

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mengatakan, BUMN membentuk program pendanaan tersebut agar semakin banyak startup Indonesia yang berpeluang menjadi unicorn. "Soonicorn ini merupakan langkah awal menjadi unicorn. Jumlah unicorn kami perkirakan akan terus bertumbuh, prediksi kami akan ada 25 unicorn," kata Erick.

BUMN juga membuat program pendanaan itu untuk mendahului masuknya pendanaan asing kepada startup potensial di Indonesia. "Soonicorn ini berpotensi didanai asing. Jadi, kalau tidak cepat, startup Indonesia akan dikuasai asing," ujar dia.

Ke depan, selain melibatkan BUMN, pemerintah juga akan melibatkan sektor swasta nasional. "Kami juga akan libatkan pengusaha baru nasional yang punya komitmen ke ekosistem digital di Indonesia," kata Erick.

Presiden Jokowi bakal meluncurkan program pendanaan Merah Putih Fund ini pada 17 Desember 2021 nanti. "Saya hargai apa yang digagas Menteri BUMN untuk menyiapkan Merah Putih Fund. Ke depan, Indonesia Investment Authority (INA) juga masuk ke sini agar tersiapkan dana besar dalam mempercepat proses digitalisasi ini," kata Jokowi.

 

Reporter: Fahmi Ahmad Burhan
Editor: Yuliawati
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait