Saingi Cina, India Kembangkan Industri Cip Lewat Insentif Rp 143 T

India akan menyiapkan 85.000 insinyur untuk mengembangkan cip selama 20 tahun ke depan.
Image title
16 Desember 2021, 16:22
cip, cina
Katadata
Ilustrasi pengguna telepon seluler.

Pemerintah India menyiapkan skema insentif produksi senilai US$ 10 miliar atau Rp 143 triliun untuk mengembangkan industri cip (chipset) lokal. Upaya tersebut untuk menyaingi Cina yang juga sedang gencar mengembangkan cip di tengah kelangkaan global.

Dikutip dari Business Insider, sejumlah menteri di pemerintahan India seperti Menteri Informasi dan Broadcasting Anurag Thakur, Menteri Kereta Api Ashwini Vaishnaw dan Menteri Sumber Daya Alam Gajendra Singh Shekhawat tengah menyiapkan rincian skema yang lebih baik untuk pengembangan cip lokal.

India akan menyiapkan 85.000 insinyur untuk mengembangkan cip selama 20 tahun ke depan. "Mereka adalah otak di balik chipset," kata Vaishnaw dikutip dari Business Insider pada Rabu (15/12).

Pemerintah India sendiri akan mengandalkan cip lokal untuk berbagai teknologi seperti perangkat elektronik konsumen, termasuk smartphone, laptop, komputer, mobil, rumah pintar, dan banyak teknologi lainnya.

Vaishnaw mengatakan India mengembangkan cip lokal agar bisa bersaing dengan negara lain. “Ke depan, negara mana pun yang tidak belajar membuat semikonduktor atau cip akan tertinggal,” kata Vaishnaw.

Upaya pengembangan cip itu juga dilakukan India dengan memanfaatkan sentimen China Plus One selama pandemi. China Plus One mengacu pada pengurangan ketergantungan rantai pasok dari Cina.

Untuk menyaingi Cina, India juga bergabung dalam koalisi Amerika Serikat (AS), Jepang, dan Australia atau koalisi Quad. Mereka telah menandatangani pakta atau perjanjian membangun rantai pasokan cip untuk mengurangi ketergantungan rantai pasok cip dari Cina.

"Untuk menciptakan rantai pasok yang kuat, keempat negara akan memastikan kapasitas pasokan semikonduktor mereka dan mengidentifikasi kerentanan," demikian isi draf perjanjian dikutip dari Business Insider pada September (20/9).

Apalagi pemerintah Cina tengah gencar mengembangkan cip di saat beberapa perusahaan diblokir oleh AS. Beijing berencana menggaet 90 perusahaan, termasuk Xiaomi dan Huawei, untuk mengembangkan industri semikonduktor lokal.  

Mereka mengajukan permohonan kerja sama untuk membentuk Komite Teknis Standardisasi Sirkuit Terpadu Nasional. "Mereka akan memperkuat industri semikonduktor Cina," demikian isi informasi resmi yang dirilis oleh Kementerian Perindustrian dan Teknologi Informasi (MIIT) dikutip dari Gizchina, awal Februari (1/2).

Di sisi lain, kelangkaan cip global diperkirakan masih akan terjadi hingga dua tahun ke depan. “Ini karena permintaan akan tetap tinggi dan pasokan terbatas. Kami memperkirakan kelangkaan cip bertahan hingga 2022 atau 2023,” ujar Wakil Presiden Direktur Forrester Glenn O’Donnell dikutip dari CNBC International, pada Mei (12/5).

Dia memprediksi, permintaan komputer atau personal computer (PC) berbasis cip paling canggih, akan sedikit melunak pada tahun depan. Namun pusat-pusat data (data center) akan membeli lebih banyak cip.

Tingginya permintaan seiring dengan terus berkembangnya komputasi awan (cloud) dan penambangan mata uang kripto (cryptocurrency).

 

Advertisement

 

 

Reporter: Fahmi Ahmad Burhan
Editor: Yuliawati
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait