Bos Grup Northstar Patrick Walujo Suntik Dana Startup Ternak Uang

Pendanaan dari Bos Grup Northstar Patrick Walujo akan dimanfaatkan untuk meningkatkan kemampuan Ternak Uang dalam mendorong literasi keuangan masyarakat.
Image title
7 Februari 2022, 12:39
Grup Northstar
Katadata/Ternak Uang
CEO dan pendiri Ternak Uang Raymond Chin (paling kanan), Felicia Tjiasaka (kedua dari kanan).

Co-founder dan Managing Partner Grup Northstar, Patrick Walujo, terlibat dalam pendanaan tahap awal atau seed funding startup edukasi investasi finansial Ternak Uang. Pendanaan tersebut akan dimanfaatkan untuk meningkatkan kemampuan Ternak Uang dalam mendorong literasi keuangan masyarakat.

Patrick Walujo merupakan pendiri perusahaan investasi Grup Northstar yang merupakan salah satu investor Gojek.  Selain Patrick, perusahaan modal ventura Kinesys Group dan Alto Partners juga terlibat dalam pendanaan tahap awal Ternak Uang.

CEO Ternak Uang Raymond Chin mengatakan Ternak Uang akan memanfaatkan pendanaan tahap awal tersebut untuk meningkatkan literasi keuangan masyarakat Indonesia. Sebab, saat ini masih banyak, terutama generasi muda yang terjebak dalam investasi bodong.

Berdasarkan data dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK), investasi bodong telah merugikan masyarakat Indonesia hingga Rp 117,4 triliun dalam kurun waktu 10 tahun terakhir.

Ternak Uang akan menggunakan pendanaan untuk pengembangan produk, memperkuat posisi, pemberdayaan komunitas, hingga pengembangan tim internal. Salah satunya akan mengembangkan fitur TU Academy dalam membantu proses belajar individu sesuai kebutuhan personal. Perusahaan akan memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) dan machine learning di fitur tersebut.

Ternak Uang juga mengembangkan fitur terbaru, Financial Checkup. Melalui fitur tersebut, setiap pengguna Ternak Uang dapat menganalisis kondisi keuangan secara personal.

Platform akan menganalisis secara terperinci dengan menghitung rasio arus kas, tabungan, utang dan tanggungan, dana darurat, hingga total aset yang dimiliki. Setelah itu, pengguna akan mendapatkan rekomendasi modul dan pembelajaran personal untuk membantu meningkatkan kondisi keuangan.

“Fitur ini dibuat karena kondisi finansial setiap orang berbeda dari yang lainnya, ini ditentukan dari berapa besar pengeluaran dan pemasukan, tanggungan, prioritas tujuan keuangan dan karakter resiko orang," kata Raymond dalam siaran pers, Senin (7/2).

Raymond mendirikan Ternak Uang pada 2020. Selang beberapa waktu, pemegang sertifikat Chartered Financial Analyst (CFA) Felicia Tjiasaka bergabung dan mengepalai pengembangan produk di Ternak Uang.

Hingga kini, Ternak Uang telah menghadirkan topik-topik terkait finansial dan investasi berbahasa Indonesia. Ternak Uang memberikan informasi yang dapat dipahami dan dicerna oleh masyarakat Indonesia dari berbagai kalangan.

 

Advertisement
Reporter: Fahmi Ahmad Burhan
Editor: Yuliawati
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait