Bila Pandemi Usai, Aplikasi PeduliLindungi Berpeluang Jadi SuperApp

Pengembang aplikasi PeduliLindungi menyiapkan dua skema yang bila dikembangkan menjadi superapp kesehatan.
Image title
21 Februari 2022, 17:43
PeduliLindungi
ANTARA FOTO/Nyoman Hendra Wibowo/hp
Scan QR Code sertifikat vaksin COVID-19 melalui aplikasi PeduliLindungi di Uluwatu, Badung, Bali, Senin (13/9/2021).

Aplikasi PeduliLindungi berpeluang dikembangkan setelah pandemi usai. Aplikasi tersebut berpotensi menjadi superapp kesehatan hingga mengintegrasikan layanan asuransi Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan.

Aplikasi PeduliLindungi yang dibangun untuk penanganan pandemi Covid-19, saat ini izinnya berupa penyelenggara sistem elektronik (PSE) publik. Alhasil, tidak boleh ada transaksi bisnis.

"Pengembangan setelah pandemi perlu kami diskusikan lagi dengan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) kemungkinannya," kata Ketua Satuan Tugas Sistem Informasi Satu Data untuk Covid-19 PT Telekomunikasi Indonesia Tbk Joddy Hernady kepada Katadata.co.id, Senin (21/2).

Dia mengatakan terdapat sejumlah peluang pengembangan pada aplikasi PeduliLindungi. "Paling dekat dan memungkinkan, bisa menjadi superapp untuk healthcare," katanya.

Beberapa ekosistem dan layanan bisa terintegrasi di dalamnya, terutama telemedicine. Untuk menjadi superapp healthcare ini, ada dua skema yang bisa diterapkan.

Skema pertama, sebagai platform preventif, seperti memberikan informasi pola hidup sehat dan layanan pembelian obat. "Ini potensi yang bisa dikembangkan ke depan," kata  Joddy.

Skema kedua, sebagai platform kuratif, yakni menjadi platform yang memberikan layanan pengobatan dan terintegrasi dengan asuransi. "Kami sudah melakukan obrolan awal dengan BPJS Kesehatan. Jadi ini paralel bisa diintegrasikan saja kalau diperbolehkan," katanya.

Di sisi lain, Telkom juga bersama dengan tiga Badan Usaha Milik Negara (BUMN) lainnya akan mengembangkan platform healthcare. "Kemungkinan pertengahan tahunan ini diluncurkan aplikasinya," ujarnya.

Platform ini bersifat komersial yang dinaungi perusahaan patungan atau joint venture. Platform ini bisa diintegrasikan dengan PeduliLindungi.  

Joddy mengatakan, aplikasi PeduliLindungi mempunyai potensi yang besar menjadi superapp. Sebab, jumlah penggunanya banyak. Hingga saat ini, aplikasi tersebut telah digunakan oleh 90 juta orang. "Ini setara dengan unicorn seperti Traveloka atau Tokopedia," katanya.

Namun, ada tantangan yang mesti dihadapi PeduliLindungi. Spesialis Keamanan Teknologi Vaksincom Alfons Tanujaya mengatakan dari aspek keamanan siber aplikasi PeduliLindungi masih lemah. "Karena sisi keamanan PeduliLindungi relatif lebih lemah dibandingkan aplikasi lain," kata Alfons kepada Katadata.co.id, pada tahun lalu (27/9/2021).

Saat ini PeduliLindungi memiliki tugas yang banyak seperti memberikan peringatan atau notifikasi bila memasuki zona merah, pengawasan atau deteksi pergerakan pasien Covid-19, fitur sertifikat vaksin, informasi hasil tes Covid-19 hingga status vaksinasi. "PeduliLindungi harus bisa mengelola big data dalam jumlah yang sangat besar," kata Alfons.

Bila saat ini aplikasi tersebut mendapat pekerjaan tambahan di luar pandemi Covid-19, dikhawatirkan malah akan memecah konsentrasi. Dampaknya makin rentannya pengamanan data pribadi penggunanya.

Sehingga, Alfons menyarankan pemerintah masih perlu memitigasi keamanan siber pada aplikasi PeduliLindungi. "Pastikan data di-enkripsi dan diamankan," katanya.

 

Advertisement
Reporter: Fahmi Ahmad Burhan
Editor: Yuliawati
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait