Biden Dorong Aturan Pendanaan Cip hingga AI agar AS Bisa Saingi Cina

Biden mendorong regulasi yang di antaranya mengatur pendanaan sebesar US$ 52 miliar untuk industri cip AS. Tujuannya agar teknologi Amerika mampu bersaing dengan Cina.
Image title
11 Maret 2022, 11:02
Amerika, cina, biden
ANTARA FOTO/REUTERS/The White House/Handout /aww/sad.
Presiden AS Joe Biden di Gedung Putih di Washington, AS, Senin (21/2/2022).

Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden menekan Kongres AS agar segera menyelesaikan Rancangan Undang-Undang (RUU) inovasi bipartisan. RUU itu akan mengatur mengenai pendanaan teknologi seperti cip (chipset) hingga kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) agar AS bisa bersaing dengan Cina.

"Intinya, RUU inovasi bipartisan ini akan memungkinkan kami untuk mencap lebih banyak produk buatan Amerika. Ini akan meningkatkan keamanan nasional dan keamanan ekonomi," kata Biden dikutip dari South China Morning Post, pada Kamis (10/3).

Biden menginginkan agar RUU itu segera rampung, meskipun Kongres AS juga memiliki versi RUU mereka sendiri. Kongres bakal membutuhkan waktu beberapa pekan sebelum versi final dan kompromi dari RUU tersebut rampung.

Regulasi itu akan mencakup potensi pendanaan sebesar US$ 52 miliar untuk industri cip AS. Apalagi, teknologi cip penting digunakan dalam segala hal, mulai dari mobil hingga komputer, yang sama-sama ingin dikuasai oleh Washington dan Beijing.

Advertisement

“Mungkin tidak ada produksi yang lebih penting daripada merebut kembali kepemimpinan AS dan masa depan semikonduktor,” kata Biden.

RUU itu juga berpotensi mencakup pendanaan penelitian teknologi baru di berbagai bidang seperti AI, robotika, dan komputasi kuantum.

Pemerintahan Biden telah memperingatkan bahwa AS harus mengeluarkan lebih banyak dana untuk penelitian jika ingin memenangkan persaingan ekonomi dengan Beijing.

AS memang bersaing ketat dengan Cina dalam mengembangkan teknologi terkini. AS misalnya telah mengkaji pengembangan teknologi internet generasi keenam atau 6G sejak 2019. Saat itu, mantan Presiden AS Donald Trump menyatakan bahwa Negeri Paman Sam bakal mengadopsi 6G sesegera mungkin.

Pengembang standar telekomunikasi AS atau Alliance for Telecommunications Industry Solutions (ATIS) kemudian meluncurkan Next G Alliance terkait 6G. Raksasa teknologi seperti Apple Inc, AT&T Inc, Qualcomm Inc, Google, dan Samsung Electronics Co masuk dalam aliansi ini.

Selain mengembangkan 6G, AS menekan industri 5G Tiongkok. Caranya, dengan memblokir layanan 5G Huawei dan mendorong negara-negara di Eropa untuk melakukan hal serupa.

Namun, Cina tak mau kalah. Para peneliti di Cina menguji coba 6G dengan kecepatan transmisi data 1 terabye (TB) dalam satu detik. Ini 100 kali lebih cepat ketimbang 5G.

Tim peneliti itu dipimpin oleh Profesor Zhang Chao, dari sekolah teknik kedirgantaraan di Universitas Tsinghua di Beijing.

Mereka membuat jalur komunikasi nirkabel eksperimental di kompleks Olimpiade Musim Dingin Beijing bulan lalu. Infrastruktur ini dapat mengalirkan lebih dari 10 ribu umpan video langsung berkualitas baik atau HD secara bersamaan.

Sedangkan, CEO Ericsson Börje Ekholm mengatakan, negara-negara Barat seperti AS dan Eropa rugi jika Cina membuat standardisasi 6G sendiri. Menurutnya, Cina akan membentuk ekosistem teknologi khusus.

“Ekosistem Cina akan menjadi pesaing tangguh bagi Barat,” kata Ekholm dalam wawancara eksklusif dengan Light Reading dikutip dari Telecoms, tahun lalu (25/8/2021).

Menurutnya Cina memiliki keunggulan dari sisi riset dan pengembangan (R&D) bidang teknologi telekomunikasi. “Meskipun investasi 5G kuat di AS, kurang jelas apakah ekosistem Barat akan mengikuti pengeluaran R&D yang besar di Asia, khususnya Cina,” kata Ekholm.

 

Reporter: Fahmi Ahmad Burhan
Editor: Yuliawati
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait