Penjualan Set Top Box Melonjak Jelang Migrasi TV Digital

Tokopedia dan Blibli mengantisipasi peredaran set top box palsu.
Image title
11 Maret 2022, 12:53
set top box, migrasi tv digital
ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga/hp.
Petugas membersihkan TV di Elektronik City, SCBD, Jakarta, Selasa (3/11/2020).

Blibli dan Tokopedia mencatatkan peningkatan penjualan set top box jelang penyetopan TV analog untuk migrasi TV digital (analog switch off/ASO). Blibli dan Tokopedia pun mengantisipasi peredaran set top box palsu di platform.

VP Consumer Electronic Blibli Zeal Zest Lawrence mengatakan, per Februari 2022 data internal Blibli mencatat permintaan set top box meningkat 23% secara tahunan (year on year/yoy). Saat promo Hari Belanja Online Nasional (Harbolnas), permintaannya melonjak menjadi 35% dibandingkan hari biasa.

Sedangkan, set top box kian dicari masyarakat menjelang penyetopan TV analog tahap pertama pada 30 April nanti. Blibli pun mengantisipasi peredaran produk palsu dengan menyediakan perangkat set top box yang telah mendapatkan sertifikasi resmi dari Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo). Produk itu tersedia di kategori peralatan elektronik Blibli.

"Kami juga secara berkala mengawasi sekaligus mengingatkan para mitra penjual untuk menjual produk original dan harga yang sesuai," katanya kepada Katadata.co.id, Jumat (11/3).

Advertisement

Untuk memudahkan pelanggan mencari dan membeli set-top box asli, Blibli juga menghadirkan program khusus bernama 'Migrasi ke TV Digital’.

Sedangkan, External Communications Senior Lead Tokopedia, Ekhel Chandra Wijaya mengatakan bahwa perusahaan tidak dapat membagikan data spesifik terkait permintaan set top box di platform. Namun, untuk mengantisipasi lonjakan permintaan dan maraknya produk set top box palsu, Tokopedia menempuh beberapa upaya.

"Kami akan kooperatif bersama para mitra strategis, termasuk pemerintah. Ini agar setiap aktivitas dalam platform Tokopedia tetap sesuai dengan peraturan dan hukum yang berlaku," kata Ekhel.

Katadata.co.id juga telah meminta tanggapan kepada Shopee dan Bukalapak terkait permintaan set top box tersebut di platform mereka. Namun, hingga berita ini dirilis, tidak ada tanggapan.

Set top box merupakan alat penangkap sinyal siaran. Jenisnya ada beberapa yakni DVB-T2, DVB-C, DVB-S, dan DVB-IPTV. Sedangkan di Indonesia menggunakan DVB-T2 untuk menangkap siaran TV digital.

Berdasarkan laman resmi Kementerian Kominfo, setiap perangkat set top box yang beredar, dirakit, dan digunakan di Indonesia, wajib mematuhi persyaratan teknis berdasarkan perundang-undangan. Ini diatur dalam Peraturan Menteri Komunikasi dan Informatika Nomor 4 Tahun 2019, tentang Persyaratan Teknis Alat dan atau Perangkat Telekomunikasi untuk Keperluan Penyelenggaraan Televisi Siaran dan Radio Siaran.

Kementerian Kominfo juga memberikan sertifikasi resmi kepada set top box yang telah mematuhi aturan teknis tersebut. Berdasarkan data Kementerian Kominfo, set top box yang mendapatkan sertifikasi per 4 Maret antara lain:

1. Merek AKARI dengan model ADS-168 sekitar Rp 225 ribu

2. Merek Venus dengan model Brio sekitar Rp 198 ribu

3. Merek Tanaka dengan model T2 sekitar Rp 183 ribu

4. Merek Matrix dengan model Apple sekitar Rp 189 ribu

5. Merek Evercoss dengan model STB1 sekitar Rp 172 ribu

6. Merek Nextron dengan model NT2000-D

7. Merek Nextron dengan model TR 1000 sekitar Rp 259 ribu

8. Merek Evinix dengan model H-1 sekitar Rp 189 ribu

9. Merek Evercoss dengan model STB Max

10. Merek Evercoss dengan model STB Pro sekitar Rp 175 ribu

11. Merek Evercoss dengan model STB Mini

12. Merek Matrix dengan model CH-77

13. Merek AKARI dengan model ADS-525

14. Merek Tanaka dengan model T2 Jurassic sekitar Rp 193 ribu

15. Merek Tanaka dengan model T2 New sekitar Rp 244 ribu

16. Merek Freebox dengan model H-1 sekitar Rp 195 ribu

17. Merek Visio dengan model HS1685

18. Merek Kubik dengan model Kubik Arca DVB-T2

19. Merek Super HD dengan model HD168 sekitar Rp 173 ribu

20. Merek Advan dengan model DVB-10KK sekitar Rp 171 ribu

Reporter: Fahmi Ahmad Burhan
Editor: Yuliawati
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait