Huawei Akan Investasi Besar di Asia Pasifik, Dorong 3 Ekonomi Digital

Huawei menyasar pasar Asia Pasifik, perusahaan ini telah melayani banyak pelanggan di kawasan itu selama lebih dari 30 tahun untuk mendukung pembangunan digital.
Yura Syahrul
20 Mei 2022, 09:39
Huawei
Katadata/Huawei
Huawei APAC Digital Innovation Congress di Singapura, Kamis (19/5).

Perusahaan teknologi Huawei berencana akan berinvestasi besar pada ekonomi digital di Kawasan Asia Pasifik. Investasi tersebut untuk mendorong pengembangan infrastruktur digital, pembangunan rendah karbon, dan inklusi digital.

Ken Hu, Rotating Chairman Huawei, melihat Asia Pasifik adalah salah satu kawasan dengan kebudayaan paling kaya dan perekonomian paling hidup di seluruh dunia. “Sejak lama, kawasan ini memiliki peran penting dalam pertumbuhan ekonomi dunia, dan kini memegang peran yang sama pentingnya dalam inovasi digital,” katanya. Ia merujuk pada fakta banyak negara Asia Pasifik telah menerapkan transformasi digital hingga ke tingkat kebijakan strategis, sembari terus mendorong kampanye lingkungan.

Pernyataan tersebut disampaikan Hu dalam pidato pembukaan Huawei APAC Digital Innovation Congress di Singapura, Kamis (19/5). Ajang tahunan yang digelar bersama Huawei dan ASEAN Foundation ini dihadiri oleh lebih dari 1.500 pejabat pemerintah, para pakar, peneliti, mitra dan analis dari lebih dari 10 negara di kawasan Asia Pasifik.

Topik yang diusung dalam gelaran ini antara lain perkembangan terkini dalam bidang teknologi informasi, percepatan transformasi digital di seluruh sektor industri, serta pembangunan hijau dan rendah karbon.

Advertisement

Hu menjelaskan, Huawei telah melayani banyak pelanggan di kawasan Asia Pasifik selama lebih dari 30 tahun untuk mendukung pembangunan digital. “Ke depan, kami akan terus melakukan investasi besar-besaran untuk membantu para mitra kami di kawasan Asia Pasifik mencapai tujuan pembangunan strategis mereka,” katanya.

Tahun ini, Huawei akan meningkatkan dukungan bagi terwujudnya Green and Digital APAC (Asia Pasifik yang Lestari dan Digital) dengan mendorong infrastruktur digital, pembangunan rendah karbon, dan inklusi digital.
Dalam kesempatan yang sama, Direktur Eksekutif ASEAN Foundation Yang Mee Eng menekankan pentingnya pengembangan sumber daya manusia atau talenta digital. “Hanya dengan SDM digital yang kuat dapat terwujud kawasan Asia Pasifik yang inklusif dan tangguh,” katanya.

Ia melihat perlunya kemitraan dengan pihak lain, termasuk Huawei, untuk terus membangun sebuah ekosistem pembelajaran yang berfokus pada pengembangan SDM. Tujuannya untuk mengatasi masalah kesenjangan keterampilan digital di Kawasan Asia Pasifik.

Sedangkan Sandiaga Salahuddin Uno, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Indonesia, yang turut menjadi pembicara kunci dalam acara ini, menjelaskan inovasi telah membantu membentuk Indonesia yang Digital (Digital Indonesia). “Teknologi garis depan (frontier) dapat menjadi mesin pendorong pemulihan dan kebangkitan Kembali perekonomian,” katanya.

Dia menambahkan, pemerintah terus mencari solusi baru dan terobosan teknologi untuk mendorong transformasi di sektor industri di Indonesia. “Kami baru saja menandatangani kesepakatan strategis bersejarah dengan Huawei untuk meningkatkan kualitas SDM digital Indonesia serta memperkuat perusahaan rintisan lokal,” katanya.

Sedangkan Deputi Sekjen Masyarakat Ekonomi ASEAN Satvinder Singh menguraikan kemajuan yang telah dicapai menuju ASEAN Digital Masterplan 2025 (Rencana Induk Digital untuk ASEAN Tahun 2025). "Di kawasan ASEAN, sejak bermulanya pandemi COVID-19, telah muncul 60 juta konsumen digital baru, membuat ASEAN menjadi basis internet terbesar ketiga di dunia dengan hampir 400 juta pengguna internet,” katanya.

Pendapatan digital di kawasan ASEAN diperkirakan akan mencapai US$363 miliar di tahun 2025. “Transformasi digital menuntut adanya koordinasi yang lebih kuat antar berbagai pemangku kepentingan, termasuk sektor swasta, untuk sepenuhnya merealisasikan potensi transformasi digital di ASEAN.”

 

Reporter: Yura Syahrul
Editor: Yuliawati
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait