Startup Manajemen Keuangan PINA Raih Dana Segar Rp 44,8 M

PINA meraih suntikan putaran pendanaan tahap awal (seed funding) yang dipimpin oleh AC Ventures, Vibe.VC, dan Y Combinator.
Fahmi Ahmad Burhan
4 Juli 2022, 12:36
startup
Katadata/PINA
Empat pendiri aplikasi manajemen aset keuangan dan kekayaanan asal Indonesia, PINA. \

Startup aplikasi manajemen aset keuangan dan kekayaanan asal Indonesia, PINA, meraih suntikan dana US$ 3 juta atau Rp 44,8 miliar dalam putaran pendanaan tahap awal (seed funding). Pendanaan ini dipimpin oleh AC Ventures, Vibe.VC, dan Y Combinator.

Investor lainnya, XA Network, ikut memberikan pendanaan tahap awal. Begitu juga dengan investor terdahulu PINA seperti 1982 Ventures dan Prasetia Dwidharma yang turut berpartisipasi dalam putaran pendanaan ini.

PINA merupakan aplikasi yang didirikan pada 2021 menawarkan layanan penyedia saran dan solusi manajemen investasi kepada penggunanya. PINA menawarkan perangkat pengelolaan aset dan solusi investasi  yang beragam. 

Aplikasi ini juga memberikan saran keuangan terpersonalisasi serta perangkat pengelolaan aset dan investasi otomatis dalam satu aplikasi.

Advertisement

Sehingga, pengguna dapat menautkan semua akun aset mereka untuk memudahkan pengengelolaan aset di satu tempat. Kemudian, memanfaatkan data tersebut untuk otomatisasi tujuan tabungan dan investasi yang telah pengguna tetapkan.

PINA menawarkan layanan tanpa biaya tinggi dan minimum akun. Akses ke perangkat dan penasihat pengelolaan aset di aplikasi PINA tidak dikenakan biaya. PINA hanya akan membebankan biaya pada saat pelanggan melakukan investasi di dalam platform tersebut.

Co-founder dan CEO PINA Daniel van Leeuwen mengatakan bahwa saat ini masih banyak masyarakat Indonesia yang belum memiliki akses ke layanan manajemen aset. Ini karena layanan manajemen aset pada umumnya menetapkan biaya yang tinggi dan biaya minimum.

Di sisi lain, jika calon investor ingin mengelola keuangan mereka secara mandiri, maka mereka harus melakukan berbagai tahapan yang kompleks.

"Maka visi kami adalah menawarkan platform manajemen aset pribadi yang cerdas, praktis, dan dapat memberdayakan pengguna untuk mengendalikan aset kekayaan mereka," katanya dalam siaran pers, Senin (4/7).

Saat ini, PINA memiliki lebih dari 25 ribu pengguna dan lebih dari US$ 4,1 juta atau Rp 6,1 miliar Asset Under Management (AUM).

Daniel mengatakan, PINA akan memanfaatkan pendanaan baru ini untuk mempercepat pengembangan produk dan meningkatkan pertumbuhan jumlah pengguna.

Ada empat orang pendiri PINA, yakni Daniel van Leeuwen yang merupakan mantan Country Marketing Head Grab Indonesia.  Kemudian, Fajar Kuntoro yang sebelumnya menjabat sebagai kepala teknologi dan teknik di perusahaan agensi digital, Mirum.

Dua orang lainnya yakni Christian Hermawan yang pernah berkarier 26 tahun di pasar modal sebelum mendirikan PINA dan Hendry Chou merupakan pemimpin produk dan Product Design Lead di Zenius sebelum mendirikan PINA.

PINA juga akan mengembangkan fitur konsultasi dan investasi. Terdiri dari layanan seperti akses ke pelatihan karir, perencana keuangan bersertifikat, dan penyelenggaraan acara khusus member eksklusif.

Pendiri & Managing Partner AC Ventures Adrian Li mengatakan perusahaan memberikan pendanaan kepada PINA karena potensi pasar manajemen aset cukup besar. "Adanya adopsi masal transaksi non-tunai seiring dengan peningkatan sejumlah individu dengan kekayaan fantastis di Indonesia telah memungkinkan munculnya peluang miliaran dolar baru dalam platform pengelolaan kekayaan," katanya.

 

Reporter: Fahmi Ahmad Burhan
Editor: Yuliawati
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait