Bisa Gantikan Impor LPG, Proyek Gasifikasi DME Jadi Prioritas PTBA

Bukit Asam membutuhkan modal yang cukup besar untuk merealisasikan proyek gasifikasi DME.
Image title
5 April 2021, 17:49
PTBA, impor LPG, bukit asam
ANTARA FOTO/Aprillio Akbar/foc.
Pedagang mendorong gerobak berisi tabung LPG saat hujan di Jalan KH Mas Mansyur, Tanah Abang, Jakarta, Selasa (26/1/2021).

Direksi baru PT Bukit Asam Tbk (PTBA) bakal memprioritaskan proyek gasifikasi batu bara berkarbon rendah menjadi dimethyl eter atau DME. Produk ini nantinya dapat digunakan untuk subtitusi Liquefied Petroleum Gas (LPG) yang masih diimpor.

Pemerintah juga sudah menetapkan pabrik gasifikasi batu bara di Tanjung Enim, Sumatera Selatan, menjadi proyek strategis nasional. Ketentuan ini diatur dalam Peraturan Presiden No 109 Tahun 2020.

"Pertama DME harus segera eksekusi. Kami akan mempercepat proyek gasifikasi," kata Direktur utama PTBA Suryo Eko Hadianto, Senin (5/4).

Meski begitu, perusahaan membutuhkan modal yang cukup besar untuk merealisasikan proyek ini. Guna mencari dana yang tidak sedikit tersebut, perusahaan akan mendongkrak kapasitas produksi eksisting.

PTBA, Pertamina, dan Air Products optimistis proyek pengembangan DME batu bara bisa berjalan sesuai rencana untuk mulai beroperasi di kuartal II-2024. Perjanjian Kerja Sama atau Cooperation Agreement antara PTBA, Pertamina, dan Air Products Chemical Inc juga sudah ditandatangani pada 11 Februari 2021.

Mengingat proyek ini membutuhkan modal besar, mantan Direktur Utama PTBA Arviyan Arifin sebelumnya berharap agar pemerintah memberikan subsidi untuk proyek gasifikasi batu bara menjadi DME. Bantuan ini dapat berasal dari dana alokasi subsidi LPG.

Kehadiran produk hilirisasi batu bara itu nantinya dapat menggantikan LPG yang 70% masih produk impor. “Kami perlu payung hukum supaya dapat mengalihkan subsidi dari elpiji ke DME,” kata dia dalam Rapat Dengar Pendapat bersama Komisi VII beberapa waktu lalu.

Berdasarkan kajian antara PTBA dan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), proyek gasifikasi dapat menghemat biaya subsidi elpiji. Sepanjang 2019, rata-rata impornya mencapai US$ 568 per ton.

Pabrik gasifikasi tersebut rencananya akan mengolah 6 juta ton batu bara per tahun untuk menghasilkan 1,4 juta ton DME. PTBA memiliki total cadangan batu bara 3 miliar ton. Dari jumlah tersebut, sebanyak 2 miliar ton merupakan batu bara berkalori rendah dan 1 miliar ton lainnya merupakan kalori tinggi.

Laporan Pertamina mencatat bahwa impor bensin dan LPG terus mengalami peningkatan selama 2017-2019 dengan pertumbuhan rerata tahunan (CAGR) masing-masing sebesar 2%. Impor bensin dan LPG  nilainya masing-masing pada 2019 naik menjadi 121 juta barel dan 66 juta barel. Berikut grafik dalam Databoks:

Reporter: Verda Nano Setiawan
Editor: Yuliawati
Video Pilihan

Artikel Terkait