Revisi Amdal Blok Cepu Terganjal Persetujuan Pemda

Proses persetujuan revisi AMDAL Blok Cepu saat ini masih terganjal beberapa syarat dari pemerintah daerah Bojonegoro.
Image title
Oleh Verda Nano Setiawan
14 Januari 2020, 15:41
Exxon Mobil, Blok Cepu
Arief Kamaludin|KATADATA
Blok Cepu yang dikelola ExxonMobil.

Proses persetujuan revisi Analis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) oleh ExxonMobil di Blok Cepu hingga kini masih menunggu persetujuan dari pemerintah daerah. Revisi AMDAL tersebut diajukan guna peningkatan kapasitas produksi Blok Cepu di kisaran 225-230 ribu barel minyak per hari (BOPD).

"AMDAL Blok Cepu masih dalam proses, karena AMDAL itu harus medapat rekomendasi dari pemerintah daerah," kata Pelaksana Tugas (Plt) Dirjen Migas Kementerian ESDM Djoko Siswanto di kantornya, Selasa (14/1).

Djoko menyatakan ExxonMobil telah merampungkan tes uji coba produksi di Blok Cepu hingga mencapai 235 ribu barel minyak per hari (bopd). Sembari menunggu proses persetujuan AMDAL rampung maka produksi Blok Cepu saat ini hanya di angka 220 ribu bopd.

(Baca: Produksi Blok Cepu dalam 14 Tahun Setara POD, Jumlahnya 357 Juta Barel)

Di sisi lain, Djoko juga menyebut produksi Blok Cepu dapat stabil di angka 220 ribu bopd jika ketersediaan air di wilayah tersebut mencukupi. Apalagi dengan intensitas curah hujan yang saat ini cukup tinggi menjadi alasan bagi peningkatan kapasitas produksi segera disetujui.

"Kalau sekarang lagi musim hujan banyak air dapat 220 ribu bopd, itu bisa (stabil produksinya) termasuk produksi dari Lapangan Kedung Keris yang dikelola oleh ExxonMobil. Untuk meningkatkan 235 ribu bopd masih dalam proses AMDAL," katanya.

Berdasarkan sumber Katadata.co.id proses persetujuan revisi AMDAL Blok Cepu saat ini masih terganjal beberapa syarat dari pemerintah daerah Bojonegoro. Salah satu syarat yang diajukan yakni meminta gas dari proyek Jambaran Tiung Biru (JTB) sebesar 30 juta standar kaki kubik per hari (MMscfd).

(Baca: ExxonMobil Tingkatkan Produksi Minyak Blok Cepu hingga 235 Ribu BOPD)

Katadata.co.id pun mencoba menghubungi langsung Bupati Bojonegoro Anna Muawanah untuk meminta konfirmasi mengenai hal itu. Namun hingga berita ini tayang, Anna Muawanah enggan menjawab pesan yang dikirimkan oleh Katadata.co.id.

Peningkatan kapasitas produksi sejalan dengan beroperasinya Lapangan Kedung Keris. Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Dwi Soetjipto mengatakan Lapangan Kedung Keris dapat menambah produksi Blok Cepu sebesar 10 ribu bopd.

Rata-rata produksi Blok Cepu hingga September 2019 berkisar 216 ribu bopd. Ini berarti, produksi blok migas di Bojonegoro tersebut sudah melebihi kapasitas yang ada sebesar 220 ribu bopd.

Oleh karena itu, SKK Migas meminta ExxonMobil agar menahan produksi Blok Cepu sesuai kapasitas produksi hingga revisi AMDAL disetujui KLHK. "Tentu nanti yang di Banyu Urip kami tahan dulu, diturunkan dulu, untuk bisa memenuhi izin AMDAL," kata Dwi.

Dwi pun berharap revisi AMDAL bisa segera terbit sehingga produksi Blok Cepu bisa naik hingga 235 ribu bopd pada tahun ini.

(Baca: Proyek Kedung Keris Beroperasi, Produksi Blok Cepu Bisa 220 Ribu BOPD)

Editor: Yuliawati

Video Pilihan

Artikel Terkait