IHSG Anjlok Lebih dari 4%, BEI: Efek Virus Corona, Seperti Bursa Lain

Meski sudah turun hingga lebih dari 4%, Bursa belum akan menghentikan perdagangan pasar modal dalam negeri.
Image title
28 Februari 2020, 12:51
IHSG anjlok, virus corona, virus korona
ANTARA FOTO/Aprillio Akbar
Karyawan melewati monitor pergerakan angka Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Plaza Bank Mandiri, Jakarta, Jumat (24/1/2020).

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada penutupan sesi pertama Jumat (28/2) ditutup anjlok 4,04% menjadi di level 5.311. Bahkan, indeks sempat menyentuh level terendah di 5.288 hari ini, atau turun hingga 4,46%.

Direktur Perdagangan dan Pengaturan Anggota Bursa BEI Laksono Widodo menyebut turunnya indeks ini disebabkan penyebaran virus corona yang makin meluas dan memakan banyak korban jiwa. "(Disebabkan) corona virus. Lihat saja bursa-bursa lain," kata Laksono kepada Katadata.co.id hari ini.

Indeks di kawasan Asia lainnya hingga pukul 11.30 WIB kompak bergerak turun. Nikkei 225 Index pada saat itu turun 4,01%. Hang Seng Index juga turun 2,5%. Shanghai Composite Index pun tercatat turun 3,37%. Lalu Strait Times Index pun juga bergerak 2,54%.

(Baca: Bursa Saham Global Rontok Imbas Corona, IHSG Anjlok Lebih dari 4%)

Meski sudah turun hingga lebih dari 4%, BEI belum akan menghentikan perdagangan pasar modal dalam negeri. "Tidak (ada penghentian sementara perdagangan)," kata Laksono.

BEI dapat menghentikan perdagangan saham bila IHSG terkoreksi mendalam lebih dari 10%. Keputusan penghentian perdagangan ini perlu mendapat persetujuan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Berdasarkan Surat Keputusan Direksi BEI Nomor kep-00366/BEI/05-2012, bila indeks turun lebih dari 10% maka BEI berhak membekukan sementara perdagangan (trading halt) selama 30 menit intraday.

Bila setelah dihentikan 30 menit namun indeks tetap kembali turun lebih dari 15% maka bursa berhak untuk menghentikan seluruh perdagangan (trading suspend) sampai akhir sesi perdagangan, atau lebih dari satu sesi.

Pada sesi pertama perdagangan hari ini, total volume saham yang diperdagangkan sebanyak 3,51 miliar unit saham dengan nilai transaksi totalnya Rp 3,21 triliun. Sejalan dengan anjloknya bursa saham, ada 359 saham yang ditutup melemah, sedangkan hanya ada 30 saham yang ditutup naik.

Meski begitu, asing melakukan pembelian dengan nilai bersih Rp 61,59 miliar di seluruh pasar. Hal itu banyak dilakukan pada pasar reguler dengan nilai beli bersih Rp 50,17 miliar. Sementara di pasar negosiasi dan tunai nilai beli bersihnya Rp 11,42 miliar.

Advertisement

(Baca: IHSG Diprediksi Turun karena Corona, Saham Perbankan Jadi Rekomendasi)

Semua sektor saham pada perdagangan sesi pertama ini ditutup anjlok, di mana penurunan paling besar tejadi pada sektor aneka industri sebesar 5,65%. Saham yang menyebabkan penurunan pada sektor ini yaitu PT Astra International Tbk (ASII) sebesar 6,72% menjadi di Rp 5.550 per saham.

Sedangkan sektor saham yang turun paling kecil yaitu sektor infrastruktur yang turun 3,24%. Saham berkapitalisasi besar yang menyebabkan turunnya sektor ini yaitu PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM) yang turun 2,59% di Rp 3.380 per saham.

(Baca: Kurs Rupiah Dekati Rp 14.000/US$, Terpukul Sentimen Terkait Corona)

Editor: Yuliawati
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait