Bunga KUR Akan Diturunkan, Bank BRI Minta Tambah Subsidi

BRI potensial mengalami pengurangan pendapatan sebesar Rp 700 miliar dari penyaluran seluruh kredit KUR dengan bunga yang berlaku saat ini.
Miftah Ardhian
Oleh Miftah Ardhian
26 Oktober 2017, 13:03
BRI
ANTARA FOTO/R. Rekotomo
SEVP UKM & Consumer Banking BRI Supari bersama Pimpinan Wilayah BRI Semarang Yana Soeprianan dan Kepala Dinas Perdagangan Kota Semarang Fajar Purwoto di Semarang, Jawa Tengah, Kamis (4/5).

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk meminta kepada pemerintah memperbesar subsidi dalam penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) apabila bunga kembali diturunkan. Pemerintah saat ini berencana menurunkan bunga kredit sampai dengan 7%.

Direktur Utama Bank BRI Suprajarto menjelaskan, sampai saat ini pihaknya belum diajak diskusi oleh pemerintah terkait rencana penurunan bunga KUR tersebut. Dirinya mengatakan, apabila bunga KUR diturunkan hingga 7%, maka perbankan yang menyalurkan produk tersebut harus mendapatkan kompensasi. "Kami harap subsidi ditambah oleh pemerintah," ujar Suparjarto saat konferensi pers, di Gedung BRI I, Jakarta, Kamis (26/10).

(Baca: Kredit Rakyat Bank Mandiri dan BNI Rp 7,3 Triliun, Jatah Petani Naik)

Suprajarto mengatakan, pihaknya akan melakukan simulasi apabila rencana ini terealisasi. Padahal, apabila tahun ini seluruh kuota KUR yang ditargetkan Bank BRI tersalurkan seluruhnya, maka akan ada potensi pengurangan pendapatan sebesar Rp 700 miliar dengan bunga yang berlaku saat ini. Oleh karena itu, apabila bunga kembali diturunkan subsidi pemerintah sangat penting untuk menekan pengurangan pendapatan.

Bank BRI juga menyiapkan beberapa rencana apabila pemerintah tidak menaikan subsidi tetapi menurunkan bunga KUR. Pertama, dengan melakukan efisiensi. Adapun, yang akan dilakukan adalah dengan meningkatkan peran teknologi untuk penyaluran KUR ini agar lebih efisien.

"Sehingga, akan lebih efisien baik dari segi tenaga pemasaran maupun outlet yang ada. Ini akan mengurangi overhead cost kami," ujar Suprajarto. Lalu, Bank BRI juga berupaya untuk terus menekan cost of fund

(Baca juga: Dana KUR Rp 110 Triliun Tahun Ini, Fokus Pertanian dan Perikanan)

Suprajarto mengatakan, terdapat beberapa produk yang akan di keluarkan Bank BRI dalam rangka memaksimalkan peran teknologi tersebut. Salah satunya adalah BRIspot. Namun, dirinya masih belum bisa menjelaskan lebih lanjut terkait dengan program tersebut.

Seperti diketahui, Deputi Bidang Pembiayaan Kemenkop dan UKM, Yuana Setyowati Barnas mengatakan, pemerintah tengah menyusun perbahan terkait pelaksanaan KUR ini. Salah satu yang dibahas adalah suku bunga KUR yang akan diturunkan.

"Dalam revisi itu antara lain memuat penurunan suku bunga dari 9% menjadi 7% efektif per tahun," ujar Yuana melalui keterangan resminya.  (Baca juga: Jokowi Desak Bank Memacu Kredit Tumbuh 12 Persen Tahun Ini)

Reporter: Miftah Ardhian
Editor: Yuliawati

Video Pilihan

Artikel Terkait