Katadata Rampungkan Pendanaan Tahap Kedua

Katadata akan menggunakan pendanaan tahap kedua untuk pengembangan bisnis, khususnya pengembangan konten dan data untuk pelanggan berbayar.
Image title
Oleh Tim Redaksi
8 September 2017, 21:00
Katadata
Donang Wahyu|KATADATA

Katadata, perusahaan media, data dan riset online di bidang ekonomi dan bisnis, telah menyelesaikan proses pendanaan tahap kedua. Dukungan pendanaan diperoleh dari Emerging Media Opportunity Fund I, L.P. (EMOF) dan Lin Che Wei, seorang analis finansial terkemuka di Indonesia.

EMOF dikelola oleh Media Development Investment Fund (MDIF), sebuah lembaga nirlaba yang berkantor pusat di New York, Amerika Serikat. Hingga kini, MDIF telah menyalurkan US$ 163 juta untuk membantu pendanaan sekitar 100 media independen di 39 negara.

(Baca: Infografik Sejarah Ekonomi Indonesia Tercatat dalam Rekor MURI)

Dana investasi lanjutan yang tidak disebutkan jumlahnya ini akan digunakan untuk pengembangan konten berlangganan, serta penguatan infrastruktur dan sistem pengolahan data. Sebelumnya pendanaan tahap pertama diberikan pada 2014.

Co-Founder dan CEO Katadata Metta Dharmasaputra mengatakan, pendanaan tahap kedua akan digunakan untuk pengembangan bisnis, khususnya pengembangan konten dan data untuk pelanggan berbayar. Sejumlah layanan terbaru konten berbayar ini rencananya akan diluncurkan dalam waktu dekat.

Diharapkan dengan pengembangan produk berbayar ini, Katadata bisa menghasilkan revenue yang lebih berkelanjutan. “Dengan posisi Katadata saat ini, kami yakin peluangnya besar,” kata Metta dalam siaran pers, Jumat (8/9).

Wakil Direktur MDIF Mohamed Nanabhay mengatakan, Katadata adalah media independen yang didukung oleh para jurnalis profesional. Katadata juga memiliki misi yang kuat untuk mengembangkan konten berkualitas.

Nanabhay mengatakan, sesuai dengan misi MDIF dan EMOF yang mendukung pendanaan media independen di seluruh dunia. Dia juga menjelaskan bahwa selain pendanaan, MDIF berkomitmen memberikan dukungan kepada Katadata dalam bentuk training untuk peningkatan kapasitas, khususnya pelatihan untuk pengembangan bisnis.

Harapannya, Katadata tidak hanya terdepan dalam membuat konten berkualitas, tapi juga bisa membangun bisnis yang berkelanjutan. “Katadata harus memiliki fondasi bisnis yang kuat,” kata Nanabhay. "Dengan begitu, bisnis Katadata bisa terus berkelanjutan dan bisa terus menyediakan konten berita dan informasi yang berkualitas serta bisa dipercaya bagi publik."

Analis finansial Lin Che Wei memuji perkembangan cepat Katadata. Che Wei mengatakan di usia yang masih belia Katadata sudah bisa menjadi referensi bagi pelaku bisnis dan pengambil kebijakan.

Lin Che Wei ikut mendukung pendanaan Katadata bersama MDIF. Ia juga merupakan merupakan salah satu pendiri Katadata bersama tiga founder lain (Metta Dharmasaputra, Heri Susanto dan Ade Wahyudi).

Lin Che Wei menambahkan, di tengah menjamurnya sumber berita online, kehadiran situs berita yang dapat dipertanggungjawabkan sangat diperlukan. Katadata berhasil mengisi kebutuhan tersebut. Che Wei merasa yakin dengan dukungan pendanaan yang berkelanjutan, Katadata bisa menjadi media online ekonomi bisnis terbaik di Indonesia.

Katadata menyajikan informasi ekonomi dan bisnis secara lebih mendalam dengan didukung oleh data dan analisis. Katadata juga berusaha menyajikan konten ekonomi dan bisnis secara sederhana dan menarik, termasuk melalui tampilan visual infografik dan video sehingga mudah dipahami publik.

Sejak berdiri pada 2012, konten berita dan infografik yang ditampilkan di website katadata.co.id dan databoks.co.id menjadi referensi bagi para pengambil kebijakan. Tidak hanya itu, beberapa media internasional pun beberapa kali menjadikan konten Katadata sebagai rujukan pemberitaan.

Editor: Yuliawati

Video Pilihan

Artikel Terkait