Empat Anak Usaha BUMN Ditargetkan Raup Rp 11 T dari IPO Tahun Ini

Aloysius berpendapat IPO anak BUMN dibuat secara berkala agar menjaga minat investor. Dia khawatir apabila masuk secara sekaligus maka akan ada anak usaha BUMN yang tertunda masuk.
Ameidyo Daud Nasution
Oleh Ameidyo Daud Nasution
30 Agustus 2017, 09:32
Bursa saham
ANTARA FOTO/M. Agung Rajasa
Penampilan penyanyi Raisa saat Stock Sound penutupan perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, 31 Maret 2017

Empat anak usaha Badan Usaha Milik Negara (BUMN) akan melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Oktober- Desember tahun ini. Keempatnya yakni PT. Garuda Maintenance Facility (GMF), PT. Jasa Armada Indonesia, PT. PP Presisi, serta PT. Wijaya Karya Gedung.

Deputi Bidang Restrukturisasi dan Pengembangan Usaha Kementerian BUMN Aloysius Kiik Ro mengatakan empat BUMN ditargetkan meraup Rp 11,1 triliun dari penawaran umum perdana saham. "Yang listing ada empat dan semuanya anak usaha (BUMN)," kata Aloysius di kantornya, Jakarta, Selasa (29/8).

(Baca: Belum Siap, IPO Sembilan Anak Usaha BUMN Mundur ke Akhir 2017)

Aloysius berpendapat IPO anak BUMN dibuat secara berkala agar menjaga minat investor. Dia khawatir apabila masuk secara sekaligus maka akan ada anak usaha BUMN yang tertunda masuk. "Agar tidak ada (saham) yang menjadi (lebih) favorit," katanya.

Awalnya sembilan anak usaha BUMN rencana IPO tahun ini. Beberapa anak BUMN yang tertunda masuk saham di antaranya adalah HK Realty, Wika Realty, PT. Tugu Pratama Indonesia, PT. PP Urban. Aloysius mengatakan anak usaha terutama yang bergerak di bidang properti tersebut mengatur strategi dulu agar menambah aset.

"Benchmark paling tidak seperti Agung Podomoro (memiliki aset besar)," katanya.  (Baca: Jasa Armada Akan Jadi Anak BUMN Pertama yang Go Public 2017)

Sebelumnya Menteri BUMN Rini Soemarno menyatakan hanya tiga anak BUMN yang melantai di bursa tahun ini. Meski begitu, dia masih akan mendorong anak usaha BUMN lainnya untuk bisa IPO secepatnya. "Tahun ini mungkin maksimum tiga anak perusahaan BUMN," kata Rini beberapa waktu lalu.

 

Reporter: Ameidyo Daud Nasution
Editor: Yuliawati

Video Pilihan

Artikel Terkait