Bank Mandiri Siapkan Strategi Bidik Kredit Mikro Rp 65 Triliun

Bank Mandiri menargetkan mengejar kredit mikro mencapai Rp 65 triliun hingga akhir tahun 2018. Selama enam bulan pertama, kredit mikro yang tersalurkan sebesar Rp 54,3 triliun.
Ameidyo Daud Nasution
Oleh Ameidyo Daud Nasution
28 Agustus 2017, 12:05
bank mandiri
Arief Kamaludin|KATADATA

PT. Bank Mandiri (Persero) Tbk menargetkan penyaluran kredit mikro pada tahun ini bisa mencapai Rp 65 triliun. Target ini setara dengan pertumbuhan kredit mikro sebesar 28% dibandingkan tahun lalu. Terdapat beberapa strategi yang telah disapkan Bank Mandiri untuk mencapai target tersebut.

Sekretaris Perusahaan Bank Mandiri Rohan Hafas mengatakan hingga semester satu lalu, pihaknya telah menyalurkan kredit mikro sebesar Rp 54,3 triliun yang mengalami kenaikan 17,8% dari tengah tahun pertama 2016. Sedangkan untuk penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) Bank Mandiri hingga tengah tahun telah mencapai Rp 5,8 triliun.

"Ini sesuai keinginan perseroan dalam menciptakan nilai tambah di masyarakat," kata Rohan saat pemaparan di Lombok, Nusa Tenggara Barat, akhir pekan lalu. (Baca juga: Kondisi Bank Membaik, OJK Perketat Lagi Aturan Restrukturisasi Kredit)

Penyaluran KUR Bank Mandiri masih didominasi oleh bidang usaha perdagangan yang mencapai porsi sekitar 29%, selanjutnya diikuti oleh sektor jasa dan sektor pertanian. 

Untuk mengejar target tersebut, Rohan mengatakan Bank Mandiri telah menyiapkan beragam strategi, terutama dalam peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM) di bisnis mikro.  Peningkatan kualitas SDM dianggap penting agar kredit yang diberikan sesuai tujuan. Bank Mandiri memberikan berbagai pelatihan dan pembekalan serta pendampingan dan pembelajaran tentang pengelolaan keuangan. "Salah satu cara peningkatan SDM adalah dengan pendampingan," kata Rohan.

(Baca: Bunga Acuan Turun, Bank Mandiri Bisa Turunkan Bunga Deposito 0,5%)

Selain itu Bank Mandiri juga akan meningkatkan jaringan Mandiri Micro Unit. Hingga saat ini jumlah jaringan tersebut telah mencapai 994 cabang mikro, 1.427 unit mikro, hingga 652 kios.

Cara pengembangan sektor mikro lainnya adalah memicu produktifitas pelaku usaha ini dengan menjadikan nasabah Mandiri yang mencapai 1,2 juta sebagai mitra. Rohan juga mengatakan segala cara yang dilakukan juga saat ini berdampak kepada kredit bermasalah di sektor mikro yang relatif kecil."Hingga Juni hanya 2,4%," katanya.

Pemerintah sendiri juga mengalokasikan anggaran sebesar RP 1,5 triliun untuk program pembiayaan Ultra Mikro (UMI). Program tersebut menawarkan pembiayaan dengan nominal di bawah Rp 10 juta untuk pelaku usaha mikro. (Baca juga: OJK Proyeksikan Rasio Kredit Macet Perbankan di Bawah 2% pada 2018)

Kepala Pusat Investasi Pemerintah Kementerian Keuangan, Syahrir Ika mengatakan, pembiayaan ini nantinya akan menjadi pelengkap dari program Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang sudah berjalan lebih dulu. Pelaksana program pembiayaan ini adalah Pusat Investasi Pemerintah (PIP) yaitu Badan Layanan Umum (BLU) di bawah Kementerian Keuangan.

"Pendampingan yang intens menjadi kunci keberhasilan model pembiayaan ini, sehingga tingkat pembiayaan bermasalah (Non Peformance Financing/NPF) menjadi sangat rendah," ujar dia beberapa waktu lalu.

 

Reporter: Ameidyo Daud Nasution
Editor: Yuliawati

Video Pilihan

Artikel Terkait