Bidik Rp 129 Miliar, MNC Sky Vision Dapat Restu OJK Jual Saham Baru

PT MNC Sky Vision Tbk., mengklaim mendapat persetujuan Otoritas Jasa Keuangan untuk menerbitkan saham baru (right issue) sebanyak 1,29 miliar saham baru.
Miftah Ardhian
23 Juni 2017, 16:05
bursa saham
Agung Samosir|KATADATA

Emiten perusahaan televisi berlangganan PT MNC Sky Vision Tbk., mengklaim mendapat persetujuan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk menerbitkan saham baru (right issue) sebanyak 1,29 miliar saham baru dengan nominal Rp 100 per saham. Emiten berkode saham MSKY ini mengincar dana sekitar Rp 129 miliar.

"Kami sudah dapatkan persetujuan efektif dari OJK per tanggal 22 Juni 2017," kata Direktur Utama Hari Susanto dalam konferensi pers di Jakarta, Jumat (23/6).

Hari mengatakan seluruh dana yang diperoleh dari penerbitan saham baru tersebut setelah dikurangi berbagai biaya terkait, akan dialokasikan di dua sektor. Pertama, untuk pelunasan uang muka setoran modal kepada PT Sky Vision Networks (SVN) maksimal  sebanyak Rp 719,8 juta . Sisanya akan digunakan untuk modal kerja perusahaan.

(Baca: Perusahaan Televisi Hary Tanoe Akan Jual 1,2 Miliar Saham Baru)

Penerbitan saham baru ini telah mendapatkan persetujuan melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada Mei lalu. RUPSLB menyebutkan para pemegang saham menyetujui pemberian wewenang dan kuasa kepada jajaran Direksi perusahaan dengan persetujuan Dewan Komisaris untuk melaksanakan peningkatan modal dengan mekanisme Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD).

Hasil RUPSLB ini juga memberikan wewenang dan kuasa untuk menentukan rasio pelaksanaan PUT I Perseroan, harga pelaksanaan, penggunaan dana. Kemudian penyesuaian-penyesuaian atau tindakan-tindakan lainnya yang perlu dilakukan sesuai dengan peraturan dan ketentuan perundang-undangan yang berlaku.

(Baca: Perusahaan Televisi Hary Tanoe Bagi Dividen Rp 587 Miliar)

Perusahaan milik Hary Tanoesoedibjo itu selama 2016 memiliki 2,5 juta pelanggan dengan pendapatan rata-rata per pelanggan atau Average Revenue per User (ARPU) sebesar Rp 92.416. Sementara tingkat rata-rata pelanggan yang masuk dan keluar (churn rate) secara bulanan sebesar 0,99 persen. Persentasenya mengalami penurunan signifikan dari rata-rata churn rate bulanan tahun 2015 sebesar 1,86 persen.

Pendapatan perusahaan sepanjang 2016 sebesar Rp 3 triliun, anjlok dari pendapatan periode yang pada tahun sebelumnya Rp 3,23 triliun. Sepanjang 2016, entitas MNC Group itu mencatat rugi bersih Rp 197,44 miliar, lebih rendah dari periode yang sama tahun sebelumnya Rp 758,06 miliar.

 (Baca: Perusahaan Hary Tanoe Tak Bagi Dividen Demi Bangun Hotel Mewah "Trump")

Reporter: Miftah Ardhian
Editor: Yuliawati
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait