Terdampak Corona, Realisasi Investasi Asing Kuartal I Turun 9,2%

Pada triwulan I 2020, andil investasi PMA menyusut jadi 46,5%, sedangkan PMDN sebesar 53,5% dari total investasi.
Rizky Alika
20 April 2020, 12:52
investasi asing, realisasi investasi triwulan 1 2020
Donang Wahyu|KATADATA
Pembangunan gedung perkantoran di kawasan bisnis Jakarta.

Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) mencatat realisasi Penanaman Modal Asing (PMA) pada triwulan I 2020 sebesar Rp 98 triliun atau turun 9,2% dibandingkan triwulan I 2019. Kepala BKPM Bahlil Lahadalia mengatakan, penurunan investasi asing tersebut terjadi akibat pandemi corona atau Covid-19.

"Realisasi investasi PMA mulai menurun pada pertengahan Maret karena terdampak pandemi Covid-19," kata Bahlil melalui konferensi video, Senin (20/4).

Sementara, realisasi Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) triwulan I 2020 sebesar Rp 112,7 triliun, naik 29,3% secara tahunan. Secara keseluruhan, realisasi investasi pada triwulan I 2020 naik 8% secara tahunan, dari Rp 195,1 triliun menjadi Rp 210,7 triliun.

(Baca: Modal Domestik Meningkat, Realisasi Investasi Triwulan I 2020 Naik 8%)

Advertisement

Turunnya investasi asing membuat proporsi investasi domestik mendominasi total investasi. Pada triwulan I 2019, investasi asing memiliki porsi sebesar 55,3%, sementara PMDN sebesar 44,7% dari total investasi yang masuk. Sementara pada triwulan I 2020, andil investasi PMA menyusut jadi 46,5%, sedangkan PMDN sebesar 53,5% dari total investasi.

Bahlil menyebut kondisi ini memberikan petanda kepercayaan investor domestik meningkat. "Kepercayaan pengusaha domestik sudah mulai membaik terhadap kebijakan pemerintah dan seluruh kementerian/lembaga," ujar dia.

Investasi PMA tersebut sebagian besar berada pada sektor industri logam dasar, barang logam, bukan mesin dan peralatannya, yaitu US$ 1,5 miliar dengan total 323 proyek. Kemudian, investor asing juga menanamkan dananya pada sektor listrik, gas, dan air sebesar US$ 868,6 juta atau 220 proyek serta sektor transportasi, gudang, dan telekomunikasi US$ 806 juta sebanyak 346 proyek.

(Baca: Sri Mulyani: Ekonomi Kuartal I Tumbuh 4,6%, Pekan ke-2 Maret Menurun)

Selanjutnya, jumlah PMA pada sektor perumahan, kawasan industri, dan perkantoran sebesar US$ 602,9 juta dengan total 490 proyek, serta industri kimia dan farmasi sebesar US$ 569,4 juta dengan jumlah 508 proyek.

Berdasarkan asal negara, investor terbesar di Indonesia ialah Singapura dengan nilai investasi US$ 2,7 miliar serta 3.006 proyek. Selanjutnya, Tiongkok menempati posisi investor kedua terbesar di Indonesia dengan nilai US$ 1,2 triliun dan 650 proyek.

Setelah itu, investasi Hongkong RRT sebesar US$ 634,1 juta dengan 554 proyek, Jepang US$ 604,2 juta dengan 1.519 proyek, dan Malaysia US$ 480 miliar dengan 800 proyek.

Bahlil pun berharap pandemi corona akan berakhir pada Mei mendatang. Dengan demikian, ia berharap realisasi investasi akan meningkat pada triwulan III dan IV.

(Baca: Dana Asing Kabur Rp 2,2 Triliun, Saham Perbankan Terbanyak Dilepas)

Reporter: Rizky Alika
Editor: Yuliawati
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait