Pizza Hut di AS Bangkrut, Waralaba di Indonesia Masih Kantongi Laba

Harga saham PZZA pada Kamis (2/7) turun hingga 6,88% menyentuh harga Rp 745 per saham.
Image title
2 Juli 2020, 16:49
pizza hut bangkrut, kinerja pizza hut dalam negeri
Ajeng Dinar Ulfiana | KATADATA
Gerai Pizza Hut di kawasan Bekasi, Jawa Barat (4/4).

Pantau Data dan Informasi terbaru Covid-19 di Indonesia pada microsite Katadata ini.

Pemegang lisensi terbesar dari waralaba restoran Pizza Hut di Amerika Serikat, NPC International Inc., mengajukan bangkrut akibat penjualan yang anjlok drastis selama pandemi virus corona atau Covid-19. Perusahaan juga memiliki beban utang mencapai US$ 1 miliar atau sekitar Rp 14,3 triliun.

NPC International memegang lisensi untuk 1.200 gerai Pizza Hut dan hampir 400 restoran Wendy di Amerika Serikat. Perusahaan ini mempekerjakan hampir 40.000 orang yang menyebar pada 27 negara bagian AS.

Pengelola gerai gerai Pizza Hut di Indonesia, Saham PT Sarimelati Kencana Tbk (PZZA), turut terpengaruh kabar buruk dari AS. Harga saham PZZA pada Kamis (2/7) turun hingga 6,88% menyentuh harga Rp 745 per saham. Harga tersebut, merupakan harga terendah dalam sebulan terakhir sehingga nilai kapitalisasi pasarnya menjadi Rp 2,25 triliun.

(Baca: Strategi Emiten Hotel, Jaya Ancol hingga KFC Bertahan Akibat Pandemi)

Saham ini diperdagangkan dengan total volume sebanyak 1,9 juta unit saham, di mana nilai tranksasinya mencapai Rp 1,45 miliar yang berasal dari 613 kali kegiatan jual-beli. Namun, investor asing mencatatkan pembelian pada saham ini dengan nilai bersih Rp 123,77 juta di pasar reguler.

Dengan penurunan saham berkode emiten PZZA hari ini, membuat saham ini turun hingga 15,82% dalam sepekan terakhir. Meski begitu, dalam tiga bulan terkahir, saham Pizza Hut masih menguat hingga 39,25%.

Kinerja Pizza Hut di Indonesia

PT Sarimelati Kencana, pengelola gerai Pizza Hut di Indonesia masih mengantongi laba Rp 6,04 miliar sepanjang kuartal I 2020. Jumlah ini turun 85% dibandingkan periode sama tahun 2019 yang mencapai Rp 40,18 miliar.

Dalam laporan keuangan perusahaan, tercatat penjualan Pizza Hut selama tiga bulan pertama tahun ini mencapai Rp 955,64 miliar. Perolehan tersebut tumbuh 5,91% dibandingkan periode yang sama tahun lalu dengan penjualan mencapai Rp 902,28 miliar.

Penjualan terbanyak dari sektor makanan senilai Rp 886,02 miliar atau tumbuh hingga 11,59% dibandingkan kuartal I 2019. Sementara penjualan minuman tercatat sebesar Rp 76,31 miliar pada kuartal I 2020, turun 30,73% dibandingkan kuartal I 2019 sebesar Rp 110,16 miliar.

(Baca: Pepsi Hengkang, Pizza Hut Gandeng Coca-Cola Jadi Pemasok Minuman)

Sayangnya, beban pokok penjualan Pizza Hut sepanjang tiga bulan pertama tahun ini juga mengalami peningkatan hingga 11,15% menjadi Rp 324,94 miliar, dari sebelumnya Rp 292,35 miliar. Selain itu, beban operasi penjualan Pizza Hut juga meningkat 8,48% menjadi Rp 567,3 miliar, dari Rp 522,95 miliar.

Kemudian, beban umum dan administrasi perseroan sepanjang kuartal I 2020 juga tercatat naik 23,52% menjadi Rp 53,45 miliar, dari Rp 43,27 miliar pada periode sama tahun lalu. Alhasil, laba operasi Pizza Hut pada kuartal I 2020 tercatat Rp 14,26 miliar atau anjlok 73,52% dari sebelumnya Rp 53,86 miliar.

Pizza Hut pernah mengakui menghentikan operasional sebagian bisnisnya karena mengalami tekanan akibat pandemi corona. Perseroan pun menerapkan melakukan pembatasan kegiatan operasional outlet restoran untuk santap di tempat (dine in). Sebagai gantinya, Pizza Hut hanya memperbolehkan pembelian untuk take away atau delivery services.

Manajemen Pizza Hut pun menyesuaikan jadwal shift jam kerja karyawannya yang optimal di masing-masing outlet restoran secara harian. "Sampai saat ini kami tidak melakukan pemotongan gaji dan telah melakukan pembayaran THR secara penuh sesuai dengan regulasi ketenagakerjaan," kata manajemen Pizza Hut, dalam keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (26/5).

Akibat pembatasan kegiatan di tengah pandemi corona, Pizza Hut sudah memprediksi bahwa ada penurunan pendapatan dan laba bersih hingga 25% pada periode Maret dan April 2020. Gerai yang dibatasi tersebut menyumbang 25% dari pendapatan tahun lalu.

(Baca: Pengelola Mal Sebut Pengunjung Sepi Karena Takut Tertular Covid-19)

Reporter: Ihya Ulum Aldin
Editor: Yuliawati

Katadata bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 2005 2020 55). Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik di sini untuk info lebih lengkapnya.

Video Pilihan

Artikel Terkait