Pendapatan Anjlok, Bakrie & Brothers Rugi Rp 125 M di Semester I 2020

BNBR mencatat pendapatan bersih Rp 1,31 triliun atau turun 23,04% dibandingkan periode sama 2019 yang mencapai Rp 1,71 triliun.
Image title
Oleh Ihya Ulum Aldin
30 Juli 2020, 16:50
Bakrie, BNBR, rugi,
ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso/foc.
Direktur Utama PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR) Anindya N. Bakrie (kiri) menyampaikan laporan tahunan dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahunan dan Luar Biasa PT Bakrie & Brothers Tbk, di Jakarta, Rabu (24/6/2020).

Sepanjang semester I 2020, PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR) mengalami kerugian bersih Rp 125,34 miliar. Padahal BNBR berhasil mengantongi laba bersih senilai Rp 222,68 miliar pada periode yang sama tahun lalu.

Turunnya kinerja keuangan perusahaan sejalan menurunnya pendapatan bersih perseroan. Pada semester I 2020, BNBR mencatat pendapatan bersih Rp 1,31 triliun atau turun 23,04% dibandingkan periode sama 2019 yang mencapai Rp 1,71 triliun.

Sepanjang enam bulan pertama tahun ini, semua lini bisnis perusahaan mengalami penurunan. Seperti bisnis BNBR di sektor infrastruktur dan manufaktur dengan pendapatan senilai Rp 1,18 triliun atau turun hingga 20,2% secara tahunan.

Pendapatan dari lini bisnis jasa pabrikasi dan konstruksi pada semester tahun ini sebesar Rp 136,27 miliar atau merosot hingga 34,45% dibandingkan periode sama tahun lalu yang mencapai Rp 207,89 miliar pada semester I 2019. Bahkan, di sektor perdagangan, jasa, dan investasi, BNBR tidak membukukan pendapatan, di mana tahun lalu bisnis ini menyumbang Rp 24,34 miliar.

Namun, BNBR berhasil menurunkan beban pokok pendapatan hingga 15,75%, dari Rp 1,28 triliun pada semester I 2019 menjadi Rp 1,08 triliun di semester I 2020. Utamanya, karena beban dari bisnis infrastruktur dan manufaktur senilai Rp 998,87 miliar atau turun 10,93% dari Rp 1,12 triliun.



Selain itu, perusahaan juga berhasil menurunkan beban usaha, namun tidak terlalu signifikan. Dari Rp 284,75 miliar pada semester I 2019, menjadi Rp 284,40 miliar pada semester I 2020 alias turun 0,12%. Bahkan, beban terhadap kewajiban kepada karyawan tercatat Rp 136,73 miliar, naik 6,91% menjadi Rp 127,89 miliar.

Selain karena turunnya pendapatan bersih perusahaan yang tidak diiringi penurunan beban usaha yang signifikan, kerugian BNBR juga disebabkan oleh selisih kurs. Tahun lalu, BNBR berhasil mengantongi keuntungan bersih dari selisih kurs senilai Rp 27,58 miliar. Sedangkan periode tahun ini harus menderita kerugian bersih selisih kurs senilai Rp 49,83 miliar.

Total aset BNBR pada akhir Juni 2020 tercatat senilai Rp 15,12 triliun, naik dibandingkan per akhir 2019 yang senilai Rp 14,36 triliun. Aset per akhir Juni 2020 ini disokong dari aset lancar yang senilai Rp 12,07 triliun. Sementara aset tidak lancar Rp 3,05 triliun.

 

Reporter: Ihya Ulum Aldin
Editor: Yuliawati

Video Pilihan

Artikel Terkait