Ditopang Penjualan Vitamin & Obat Generik, Laba Kimia Farma Naik 1,7%

Penjualan Kimia Farma mencapai Rp 4,68 triliun atau naik 3,6% dibandingkan perolehan pada semester pertama 2019 sebesar Rp 4,52 triliun.
Image title
Oleh Muchammad Egi Fadliansyah
30 Juli 2020, 19:26
laba kimia farma, vitamin, obat generik
Adi Maulana Ibrahim|Katadata
Petugas melayani pembeli masker dan aseptick gel di apotek kimia farma, Jalan Cikini, Jakarta Pusat, Rabu (4/3/2020).

BUMN farmasi, PT Kimia Farma (Persero) Tbk. mencatatkan laba bersih Rp 48,57 miliar pada semester I 2020 atau naik 1,7% dibanding periode yang saham tahun lalu sebesar Rp 47,75 miliar.

Berdasarkan laporan keuangan perseroan yang dipublikasikan Kamis (30/7), kenaikan laba perseroan disumbangkan oleh kenaikan penjualan. Penjualan Kimia Farma mencapai Rp 4,68 triliun atau naik 3,6% dibandingkan perolehan pada semester pertama 2019 sebesar Rp 4,52 triliun.

Pendapatan yang tumbuh pada paruh pertama 2020 di antaranya berasal dari penjualan pihak ketiga Rp 3,08 triliun atau naik sebesar 3% menjadi Rp 2,8 triliun pada periode sama tahun lalu. Misalnya, penjualan obat ethical atau obat yang harus diperoleh dengan resep dokter meningkat 8,3% menjadi Rp 1,26 triliun dibanding periode sebelumnya sebesar Rp 1,19 triliun.

Kemudian obat over the counter atau obat tanpa resep dokter, termasuk juga vitamin meningkat 34% menjadi Rp 789 miliar dibanding periode yang sama (year on year) Januari 2019-Juni 2019 sebesar Rp 588 miliar. Selanjutnya, penjualan obat generik melonjak 10,8 % menjadi Rp 257 miliar dibanding semester pertama 2019 sebesar Rp 229 miliar.



Adapun penjualan yang mengalami penurunan yakni produk alat kesehatan, jasa klinik, lab klinik, dan lain-lainnya yang tercatat Rp 773 miliar pada semester I 2020 atau turun 5,03% dari sebelumnya Rp 814 miliar pada periode sama di 2019.

Selain itu, penjualan produk entitas 5,6% menjadi Rp 1,60 triliun pada semester pertama 2020. Penjualan produk entitas di antaranya penjualan obat over the counter (OTC) dan kosmetik turun 17% menjadi Rp 305 miliar.

Kemudian, penjualan obat ethical, lisensi, dan narkotika turun 25% menjadi Rp 370 miliar per 30 Juni 2020 dibanding periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp 496 miliar.

Dengan kinerja tersebut, laba per saham atau earning per share perusahaan pun naik menjadi Rp 8,75 pada semester 1 tahun ini dibanding periode yang saham tahun lalu sebesar Rp 8,6.

Di sisi lain, beban pokok penjualan emiten berkode saham KAEF itu juga naik sebesar 1,03 % menjadi sebesar Rp 2,89 triliun dibandingkan paruh pertama 2019 sebesar Rp 2,86 triliun. Selain itu, beban usaha perseroan juga naik 4% dari sebelumnya sebesar Rp 1,44 triliun menjadi sebesar Rp 1,51 triliun pada semester I 2020.

Total aset perusahaan pada semester tahun ini turun 4,57% menjadi Rp 17,51 triliun dibandingkan Januari 2019-Juni 2019 sebesar Rp 18,35 trilun. Dari aset tersebut, perseroan masih memiliki kas dan setara kas sebanyak Rp 617 miliar atau turun 54% dibandingkan posisi per 31 Desember 2019 sebesar Rp 1,36 triliun.

Reporter: Muchammad Egi Fadliansyah
Editor: Yuliawati

Video Pilihan

Artikel Terkait