IHSG Terseret Anjloknya Wall Street, Paceklik Belum Berakhir?

Meski terseret penurunan bursa global, masih ada peluang IHSG rebound.
Image title
Oleh Ihya Ulum Aldin
28 Januari 2021, 10:22
IHSG, Wall Street, bursa merah
ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/nz
Layar menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Rabu (30/12/2020).

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Kamis (28/1) pagi terkoreksi seiring pelemahan bursa saham global. IHSG dibuka melemah 43,38 poin atau 0,71 % ke posisi 6.065,79.

"Secara sentimen, pergerakan IHSG masih dibayangi tekanan seiring dengan pelemahan bursa global," kata Kepala Riset Reliance Sekuritas Lanjar Nafi di Jakarta, hari ini.

Bursa Wall Street menjadi terkoreksi lebih dari 2% pada penutupan perdagangan dini hari tadi. Indeks acuan S&P 500 anjlok 2,57 %, Dow Jones Industrial Average jatuh 2,05 % dan Komposit Nasdaq terperosok 2,61 %.

Pelemahan Wall Street karena investor kecewa dengan laporan keuangan perusahaan raksasa teknologi, yang menambah kekhawatiran tentang ekuitas yang dinilai over value.

Sentimen lainnya dipicu kebijakan bank sentral AS The Fed yang mempertahankan tingkat suku bunga di level 0,25 % dan melanjutkan program pembelian obligasi dengan besaran setidaknya US$ 120 miliar per bulan.

Gubernur The Fed Jerome Powell mengatakan bahwa ekonomi AS masih jauh dari pemulihan. Meskipun program vaksinasi AS dapat membantu ekonomi dibuka kembali, pejabat Fed mengisyaratkan mereka melihatnya dalam lubang yang dalam, dengan tingkat pengangguran yang tinggi, bisnis yang sakit, dan lonjakan infeksi Covid-19 baru-baru ini.

Bursa saham regional Asia pagi ini pun mengalami penurunan, antara lain indeks Nikkei melemah 288,93 poin atau 1,01 % ke 28.346,28, indeks Hang Seng turun 136,44 poin atau 0,47 % ke 29.161,09, dan indeks Straits Times terkoreksi 30,89 atau 1,04 % ke 2.927,74.

IHSG Berpotensi Rebound


Sudah lima hari perdagangan berturut-turut IHSG mengalami koreksi, totalnya 4,9% menyentuh level 6.109 pada Rabu (27/1). Ada peluang laju negatif tersebut bisa berakhir pada perdagangan hari ini.

Analis Artha Sekuritas Indonesia Dennies Christoper Jordan memprediksi IHSG hari ini bergerak menguat dengan level resistance di level 6.243 dan 6.176. Sementara, area support ada di level 6.020 dan 5.931.

Dia mengatakan, berdasarkan analisisnya secara teknikal, pergerakan indeks pasar saham dalam negeri saat ini berada di area jenuh jual. Sehingga ada potensi pergerakan IHSG rebound dalam jangka pendek. "Investor akan mengantisipasi rilis laporan keuangan 2020 khususnya untuk sektor perbankan," kata Dennies dalam risetnya.



Ada beberapa saham yang menjadi rekomendasinya pada perdagangan hari ini yang patut dipantau oleh investor. Seperti PT PP London Sumatra Indonesia Tbk (LSIP), PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC), dan PT Puradelta Lestari Tbk (DMAS).

Analis Binaartha Sekuritas M. Nafan Aji Gusta Utama juga mengatakan, ada peluang IHSG hari ini menguat. Berdasarkan analisisnya secara teknikal, support maupun resistance IHSG ada di rentang level antara 6.064 hingga 6.195.

"Mengindikasikan adanya potensi penguatan pada pergerakan IHSG sehingga berpeluang menuju ke resistance terdekat," kata Nafan dalam riset tertulisnya.

Adapun sejumlah rekomendasi saham yang dapat menjadi pertimbangan investor, antara lain PT Semen Indonesia Tbk (SMGR), PT Media Nusantara Citra Tbk (MNCN), PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP), dan PT Mayora Indah Tbk (MYOR).

CEO Indosurya Bersinar Sekuritas William Surya Wijaya mengatakan, pergerakan IHSG hingga saat ini masih terkonsolidasi yang diiringi oleh gelombang tekanan yang terlihat belum akan berakhir. Menurutnya, IHSG hari ini bergerak pada rentang 5.901 hingga 6.156.

Di tengah gelombang tekanan tersebut, dana investor asing mulai kembali ke dalam pasar modal Indonesia dan turut menjadi penunjang bagi pergerakan IHSG. Tercatat, sejak awal 2021, asing telah mengakumulasi beli dengan nilai beli bersih Rp 11,89 triliun di seluruh pasar.

"Momentum koreksi wajar masih dapat dimanfaatkan oleh investor untuk melakukan akumulasi pembelian dengan target jangka pendek dengan kategori trading harian," kata William.

Ada beberapa saham yang menurut William patut menjadi perhatian investor pasar saham hari ini, di antaranya PT Gudang Garam Tbk (GGRM), PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM), dan PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP).

Reporter: Ihya Ulum Aldin, Antara
Editor: Yuliawati
Video Pilihan

Artikel Terkait