Wapres Dorong Super Apps Wakaf, Gubernur BI Harap Wakaf Lewat QRIS

Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo menilai perlunya pengembangan sistem yang membuat penyaluran wakaf bisa melalui pembayaran QRIS.
Agatha Olivia Victoria
7 Mei 2021, 15:03
wakaf, BI, syariah, super apps
ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra/ama.
Wakil Presiden Ma'ruf Amin menyebut pentingnya teknologi untuk meningkatkan literasi wakaf.

Pemerintah menyoroti literasi wakaf di Indonesia yang masih sangat rendah. Wakil Presiden Ma'ruf Amin mendorong pemanfaatan teknologi dan platform digital untuk peningkatan kesadaran berwakaf.

Ma'ruf berharap segera terwujud Waqf Super Apps, nantinya aplikasi tersebut dapat diakses untuk mendapatkan berbagai informasi tentang wakaf.

Selain itu aplikasi tersebut dapat memberikan akses pelayanan online (pendaftaran, pelaporan, pengaduan kasus dan kerjasama), mendapatkan berbagai pilihan platform digital pengumpulan dana (digital fundrising), serta akan mendukung upaya pengembangan model wakaf lainnya ke depan.

Ia pun menyebutkan, Waqf Super Apps akan menjadi salah satu bagian dari strategi Waqf Digital Ecosystem yang sedang dikembangkan Badan Wakaf Indonesia (BWI).

"Melalui ekosistem ini, berbagai sistem digital pengelolaan wakaf yang dilaksanakan oleh stakeholder di luar BWI dapat terhubung dan terintegrasi dengan BWI," ujar Ma'ruf dalam Webinar Nasional Wakaf: Era Baru Perwakafan melalui Transformasi Digital dan Penguatan Ekosistem, Jumat (7/5).

Advertisement

Adapun Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo menilai perlunya pengembangan sistem yang membuat penyaluran wakaf bisa melalui pembayaran Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS). Bila tersambung QRIS maka penyaluran wakaf bisa lebih mudah, cepat, dan terjaga keamanannya.

"QRIS itulah salah satu digitalisasi pembayaran yang memudahkan berwakaf dalam jumlah berapapun," ujar Perry di tempat yang sama.

Wakil Menteri 1 BUMN Pahala Mansury menjelaskan, skor indeks literasi wakaf Indonesia adalah 50,48. Angka tersebut berdasarkan data literasi wakaf nasional tahun 2020. "Nilai ini masih masuk dalam kuadran yang boleh dikatakan rendah," kata Pahala dalam kesempatan yang sama.

Dia menuturkan bahwa hal tersebut sangat disayangkan mengingat Indonesia adalah negara dengan populasi penduduk muslim terbanyak di dunia. Ia pun berharap seluruh pihak bisa berkontribusi signifikan dalam pemahaman dan literasi masyarakat terhadap wakaf. Dengan demikian partisipasi masyarakat dalam wakaf bisa ditingkatkan bersama.

Ia pun mengapresiasi pemerintah yang telah meluncurkan Gerakan Nasional Wakaf Uang (GNWU) yang merupakan transformasi pengelolaan wakaf yang sebelumnya ditujukan untuk 3M (Masjid, Madrasah, dan Makam). Program tersebut bertujuan untuk meningkatkan literasi wakaf uang sehingga masyarakat bisa mengetahui besarnya potensial wakaf tersebut.

Wakaf merupakan bagian dari ekonomi syariah di Indonesia. Ekonomi syariah RI ini menempati peringkat empat dunia dengan skor Indikator Ekonomi Islam Global (Global Islamic Economy Indicator/GIEI) sebesar 91,2 pada tahun ini. Indonesia hanya berada di bawah Malaysia (290,2), Arab Saudi (155,1), dan Uni Emirat Arab (133). Berikut grafik Databoks:

Reporter: Agatha Olivia Victoria
Editor: Yuliawati
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait