Dana Asing Masuk Rp 1,97 T, Rupiah di Level Tertinggi 7 Pekan Terakhir

Agatha Olivia Victoria
7 Mei 2021, 18:02
dana asing, rupiah
ANTARA FOTO/Fakhri Hermansyah/rwa.
Karyawan menghitung uang dolar Amerika Serikat (AS) di tempat penukaran valuta asing, Jakarta, Rabu (6/1/2021).

Nilai tukar rupiah saat ini berada di level Rp 14.285 per dolar Amerika Serikat (AS) pada pasar spot sore ini. Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian mencatat rupiah berada di level tertinggi selama tujuh minggu terakhir sejak 18 Maret 2021.

Penopang menguatnya rupiah karena masuknya aliran modal asing Rp 1,97 triliun di pasar keuangan dalam satu pekan ini. Bank Indonesia memerinci jumlah tersebut berasal dari pasar Surat Berharga Negara (SBN) sebesar Rp 1,09 triliun dan pasar saham Rp 880 miliar. "Perkembangan ini ditopang pembelian obligasi Indonesia," tulis Kemenko Perekonomian dalam akun twitter resminya, Jumat (7/5).

Kemenko Perekonomian melaporkan kemarin bahwa rupiah cukup perkasa berada di peringkat pertama di atas Offshore Chinese Renminbi sebesar 0,21% day to day dan peso Filipina sebesar 0,31% yang masing-masing berada di peringkat kedua dan ketiga.

Saat berita ini ditulis, mayoritas mata uang Asia memang menguat. Dolar Hong Kong naik 0,01%, dolar Singapura 0,07%, dolar Taiwan 0,2%, won Korea Selatan 0,39%, peso Filipina 0,15%, rupee India 0,17%, yuan Tiongkok 0,04%, dan ringgit Malaysia 0,15%. Sementara yen Jepang dan baht Thailand melemah masing-masing 0,05% dan 0,01%.

Analis Monex Investindo Futures Faisyal menilai, penyebab perkasanya rupiah hari ini adalah dolar AS yang melemah sejak semalam. "Pasar ternyata menyambut baik optimisnya data klaim tunjangan pengangguran AS," kata Faisyal kepada Katadata.co.id, Jumat (7/5).

Laporan Departemen Tenaga Kerja AS menunjukkan bahwa klaim awal untuk tunjangan pengangguran negara mencapai 498 ribu untuk pekan yang berakhir 1 Mei lalu. Angka tersebut menurun dibandingkan dengan 590 ribupada minggu sebelumnya.

Indeks dolar AS saat ini turun 0,14% ke level 90.82. Mata uang Negeri Paman Sam terlihat loyo dibanding mayoritas mata uang utama seperti euro, pound Inggris, dolar Kanada, dan dolar Australia. Namun menguat tipis terhadap franc Swiss.

Lebih lanjut, Faisyal berpendapat bahwa pasar berpandangan data yang baik memperkuat ekspektasi pemulihan ekonomi yang kuat. Dengan demikian, hal tersebut mendorong mereka untuk mencari aset-aset berisiko.

Selain itu, dia mengatakan bahwa pasar mendapatkan sentimen positif dari maraknya aliran modal yang masuk ke pasar keuangan Indonesia akhir-akhir ini. "Seperti di pasar saham dan obligasi," ujarnya.

Bank Indonesia mencatat, terdapat aliran modal asing masuk Rp 1,97 triliun di pasar keuangan dalam satu pekan ini. Secara perinci, jumlah tersebut berasal dari pasar Surat Berharga Negara (SBN) sebesar Rp 1,09 triliun dan pasar saham Rp 880 miliar. Namun untuk keseluruhan tahun ini, masih tercatat nett outflow di pasar keuangan Indonesia sebesar Rp 770 miliar.

Dengan adanya dana asing tersebut, mata uang Garuda pun sukses melesat 1,11% di pasar spot sepekan ini. Kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate pun mencatat rupiah naik 1,13%.

Selain itu, BI melaporkan bahwa imbal hasil atau yield SBN Indonesia turun ke level 6,38% pagi ini dari 6,41% pada penutupan kemarin. Sementara, yield obligasi AS tenor 10 tahun turun ke 1,57%.

 

Reporter: Agatha Olivia Victoria
Editor: Yuliawati
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait