Pemerintah Lelang 6 Seri Sukuk Pekan Depan, Tawarkan Kupon hingga 7,7%

Pemerintah mematok target indikatif dalam lelang sukuk pada pekan depan sebesar Rp 10 triliun.
Agatha Olivia Victoria
8 Juni 2021, 19:51
sukuk, lelang,
ANTARA FOTO/ICom/AM IMF-WBG/Wisnu Widiantoro
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati memberikan sambutan dalam Forum Ekonomi Syariah dalam rangkaian Pertemuan Tahunan IMF - World Bank Group 2018 di Bali International Convention Center, Nusa Dua, Bali, Minggu (14/10).

Pemerintah akan melelang enam seri surat berharga syariah negara (SBSN) atau sukuk negara pada Selasa (15/6). Pemerintah mematok target indikatif dalam lelang tersebut sebesar Rp 10 triliun.

Seri SBSN yang akan dilelang adalah seri SPN-S (Surat Perbendaharaan Negara - Syariah) dan PBS (Project Based Sukuk). "Lelang untuk memenuhi sebagian dari target pembiayaan dalam APBN 2021," kata Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan dalam keterangan resminya, hari ini.

PBS028 memiliki kupon paling tinggi sebesar 7,75% dan tenor terpanjang yang akan jatuh tempo pada 15 Oktober 2046. Kemudian, PBS 004 memiliki kupon 6,1% yang berakhir pada 15 Februari 2037.

Seri PBS029 memiliki bunga 6,375% dan jatuh tempo pada 15 Maret 2034. Sementara PBS017 mempunyai bunga 6,125% dan akan berakhir pada 15 Oktober 2025.

Selanjutnya, PBS017 memiliki kupon 6,5% yang berakhir pada 15 Mei 2023. Terakhir, tingkat kupon seri SPN-S031220121 tercatat diskonto dengan jatuh tempo 3 Desember 2021.

Adapun underlying assets keenam seri sukuk negara ini merupakan proyek atau kegiatan dalam APBN tahun 2021 dan barang milik negara. Alokasi pembelian nonkompetitif dari lelang ini yakni 50% dari jumlah ynag dimenangkan untuk seri SPN-S dan 30% untuk PBS.

 Peserta lelang terdiri dari dealer utama yakni PT. Bank Mandiri (Persero), Tbk, PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero), Tbk, PT. Bank Negara Indonesia (Persero), Tbk, PT. Bank Permata, Tbk, dan PT. Bank Panin, Tbk. Lalu, PT. Bank HSBC Indonesia, PT. Bank OCBC NISP, Tbk, Standard Chartered Bank, PT. Bank CIMB Niaga, Tbk, dan PT. Bank Maybank Indonesia, Tbk.

Kemudian, Citibank N.A, PT. Bank Central Asia, Tbk, Deutsche Bank AG, PT. BRI Danareksa Sekuritas, serta PT. Mandiri Sekuritas. Selanjutnya, PT. Trimegah Sekuritas Indonesia, Tbk, PT. Bahana Sekuritas, dan PT Bank Syariah Indonesia Tbk. Lembaga Penjamin Simpanan dan Bank Indonesia turut menjadi peserta lelang kali ini.

Lelang SBSN akan dilaksanakan dengan menggunakan sistem pelelangan yang diselenggarakan oleh BI sebagai agen lelang SBSN. Lelang bersifat terbuka dan menggunakan metode harga beragam.

Advertisement

Pada prinsipnya, semua pihak, baik investor individu maupun institusi, dapat menyampaikan penawaran pembelian dalam lelang. Namun dalam pelaksanaannya, penyampaian penawaran pembelian harus melalui dealer utama yang telah mendapat persetujuan dari Kemenkeu.

Dealer utama SBSN, BI, dan LPS dapat menyampaikan penawaran lelang SBSN dengan mengacu pada ketentuan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 195/PMK.08/2020 tentang Lelang Surat Berharga Syariah Negara di Pasar Perdana Domestik. Selain itu berdasarkan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 38/PMK.02/2020 tentang Pelaksanaan Kebijakan Keuangan Negara untuk Penanganan Pandemi Covid-19.

Sebelumnya, Kemenkeu meraih Climate Bonds Awards 2021 atas penerbitan sukuk hijau atau green sukuk terbesar di dunia. Tahun lalu, Indonesia menerbitkan sukuk hijau senilai US$ 750 juta atau setara Rp 10,53 triliun.

"Ini merupakan pengakuan publik kepada semua organisasi dan pemerintah yang berada di garis depan dalam melakukan capital shifting menuju solusi rendah karbon dan transisi yang lebih besar ke nol-bersih," ujar CEO Climate Bonds Initiative Sean Kidney dalam keterangan resmi, akhir April 2021.

Penerbitan sukuk hijau pada tahun lalu ditujukan untuk berbagai proyek yang menargetkan mitigasi iklim, adaptasi dan pelestarian keanekaragaman hayati termasuk energi, dan sektor transportasi. Indonesia dinilai konsisten merintis instrumen hijau yang berdaulat di emerging market, khususnya dalam keuangan Islam.

 

Reporter: Agatha Olivia Victoria
Editor: Yuliawati
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait