Telkom dan ICON+ PLN Belum Bahas Rencana Merger Layanan Internet

Kementerian BUMN rencana menggabungkan bisnis internet Telkom dengan bisnis internet anak usaha PLN, PT Indonesia Comnets Plus (Icon+).
Image title
6 September 2021, 17:20
Telkom, PLN, merger
Telkomsel
Jaringan internet Telkomsel

PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk menyatakan belum membahas rencana penggabungan usaha bisnis fix broadband dengan perusahaan pelat merah lain. Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) rencana menggabungkan Telkom dengan anak usaha PT Perseroan Listrik Negara (PLN) dalam layanan internet.

Kementerian BUMN akan menggabungkan bisnis internet Telkom dengan bisnis internet anak usaha PLN, PT Indonesia Comnets Plus (Icon+). Bahkan, ada peluang penggabungan dengan anak usaha PT Jasa Marga Tbk di bisnis serat fiber, PT Jasamarga Related Business.

"Yang bisa kami sampaikan pada saat ini, dari sisi kami belum ada pembicaraan dengan Icon+ ataupun PLN ataupun dengan Jasa Marga," kata Heri Supriadi Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko Telkom dalam paparan publik, Senin (6/9).

Rencana penggabungan diungkapkan oleh Menteri BUMN Erick Thohir sebagai perwakilan dari pemegang saham pada rapat dengan DPR pada 30 Agustus 2021 lalu.

Meski belum ada pembicaraan, Telkom memahami Kementerian BUMN berupaya menjaga efisiensi sehingga bisnis antar BUMN tidak tumpang-tindih. Heri mengatakan, dengan adanya penggabungan investasi di fix broadband akan mempercepat pembangunan jaringan broadband di Indonesia. "Artinya, aset tersebut atau kapital tersebut, bisa dikonsolidasi untuk manfaat yang lebih luas," kata Heri.

Saat ini market share bisnis IndiHome milik Telkom mencapai 80%. Meski begitu, Heri menilai capaian tersebut masih jauh dari yang diperkirakan dari kebutuhan fix broadband di seluruh Indonesia. Dari 65 juta rumah tangga di Indonesia, sekitar 33% di antaranya membutuhkan layanan fix broadband.



Telkom menilai rencana penggabungan usaha ini bisa berefek sangat positif untuk mempercepat akselerasi penetrasi broadband bagi penduduk Indonesia. Telkom pun tidak khawatir langkah penggabungan ini akan menjadi monopoli karena target pasar yang ada di Indonesia masih sangat luas. "Market-nya masih tersedia bagi banyak operator," kata Heri.

Adapun Menteri Erick berpendapat merger dapat menghilangkan persaingan antar-BUMN dalam membangun infrastruktur jaringan internet dan penyediaan layanan koneksi internet.  Icon+, awalnya berfokus pada upstream atau jaringan internet, baru-baru ini meluncurkan Iconnet atau koneksi internet rumah. Menawarkan tarif yang lebih rendah, Iconnet merupakan pesaing langsung IndiHome Telkom.

Di sisi lain, PT Jasamarga Related Business (JMRB), anak usaha Jasa Marga, juga mengembangkan bisnis internet dengan menggelar jaringan serat optik di sepanjang jalan tol Trans Jawa sepanjang 1.167 kilometer. JMRB menyediakan infrastruktur tulang punggung serat optik yang dapat digunakan oleh penyedia internet.

Menurut beberapa sumber, pemerintah tidak senang dengan ekspansi bisnis Jasa Marga karena dapat menyebabkan keretakan antar-BUMN. Perkembangan pasar yang menyusut akibat gejolak ekonomi memaksa BUMN untuk saling berkolaborasi memberikan pelayanan yang murah dan terpercaya.

Oleh karena itu, pemerintah berniat menggabungkan para pemain internet tersebut. Apalagi setelah Icon+ meluncurkan koneksi internet rumah Iconnet, pangsa pasar IndiHome menyusut.

Bila bergabung, aset Icon+ dan Telkom menjadi sangat besar dan sangat berharga. Jaringan serat optik Icon+ mencapai hingga 152.069 kilometer, atau hampir seluas serat optik Indihome yang mencapai 166,343 kilometer.

 

Reporter: Ihya Ulum Aldin
Editor: Yuliawati
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait