Harga IPO Disebut Rp 800 per Saham, Dana Mitratel Dekati Bukalapak

Bloomberg mencatat, nilai IPO Mitratel tersebut berpotensi membuat penggalangan dana di bursa Indonesia tahun ini US$ 3,4 miliar atau melewati rekor 2010.
Andi M. Arief
5 November 2021, 13:58
Mitratel,
mitratel.co.id
PT Dayamitra Telekomunikasi (Mitratel)

Anak usaha Telkom, PT Dayamitra Telekomunikasi atau Mitratel dikabarkan telah menetapkan hargapenawaran umum perdana (Initial Public Offering/IPO) saham yang akan digelar pada akhir November 2021.
 
Bloomberg melaporkan, Mitratel memasang harga Rp 800 per lembar saham. Sehingga nilai IPO Mitratel berpotensi mencapai US$ 1,3 miliar atau Rp 18,62 triliun (berlaku kurs Rp 14.327). Penawaran tersebut akan menjadi IPO jumbo kedua tahun ini setelah PT Bukalapak.com senilai US$ 1,5 miliar.
 
Bloomberg mencatat, nilai IPO tersebut membuat penggalangan dana di bursa Indonesia tahun ini US$3,4 miliar. Nilai ini melampaui rekor penggalangan dana melalui IPO pada 2010 yang mencapai US$ 3 miliar.

Direktur Investasi Mitratel Hendra Purnama memberikan tanggapan atas informasi ini. "Kami mengapresiasi dukungan dari para investor," kata Hendra seperti dikutip oleh  Bloomberg, Jumat (5/11/2021).
 
Mitratel saat ini telah mengoperasikan lebih dari 28.000 menara telekomunikasi di seluruh negeri. Adapun, lebih dari 50% menara tersebut terletak di luar Pulau Jawa.
 
Mitratel berencana untuk membeli 6.000 menara dari hasil IPO pada November mendatang. Perseroan akan fokus pada teknologi 5G sembari memetakan ekspansi jangka panjang di Asia Tenggara dan Asia.

Beberapa waktu lalu, Mitratel menambah aset berupa 10.050 unit menara dari anak usaha Telkom lain, PT Telekomunikasi Selular (Telkomsel). Pengalihan pertama dilakukan pada 14 Oktober 2020 sebanyak 6.050 unit. Kemudian, pada 31 Agustus 2021 sebanyak 4.000 unit.
 
Bloomberg mengkalkulasikan jumlah saham yang akan dilepas Mitratel mencapai 19,5 miliar lembar. Artinya, harga saham per lembar ada di kisaran Rp775 sampai Rp975 per lembar.
 
Di sisi lain, Indonesia Investment Authority (INA) telah menyampaikan komitmen untuk berinvestasi hingga US$800 juta pada IPO Mitratel.
 
Mitratel telah memilih HSBC Holdings Plc, JPMorgan Chase & Co., Morgan Stanley, PT BRI Danareksa Sekuritas, dan PT Mandiri Sekuritas sebagai penjamin emisi efek.

 

Advertisement
Reporter: Andi M. Arief
Editor: Yuliawati
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait