Matahari Tutup Gerai di Pasaraya Manggarai & Blok M karena Mal Sepi

Dalam dua tahun terakhir dua gerai Matahari di Pasaraya tersebut tidak menunjukan tren kenaikan.
Miftah Ardhian
Oleh Miftah Ardhian
16 September 2017, 00:52
Matahari ritel
Katadata | Arief Kamaludin

Matahari Department Store bakal menutup dua gerainya yang berada di Pasaraya Blok M dan Pasaraya Mangarai pada akhir bulan September ini. Meski begitu, perusahaan retail milik Grup Lippo ini tetap berencana melakukan ekspansi dengan membuka beberapa gerai baru.

Sekretaris Perusahaan dan Direktur Hukum PT Matahari Department Store Tbk Miranti Hadisusilo menjelaskan, pihaknya terpaksa menutup dua gerai tersebut karena kondisi mal sepi. Kondisi itu menyebabkan kinerja dua gerai Matahari di pusat perbelanjaan milik pengusaha Abdul Latief tersebut tidak sesuai dengan target manajemen.

Bahkan, menurut Miranti, dalam dua tahun terakhir dua gerai Matahari di Pasaraya tersebut tidak menunjukan tren kenaikan. Karena itulah, manajemen memutuskan menutup gerai tersebut. "Matahari Departement Store Pasaraya Blok M dan Mangarai akan ditutup per akhir bulan September ini," ujar Miranti kepada Katadata, Jumat (15/9).

Sebelum resmi ditutup, Miranti mengatakan, Matahari akan memberikan diskon besar-besaran harga barang-barang yang masih tersedia di dua gerai tersebut. Tujuannya adalah menghabiskan stok yang masih tersisa.

Meski menutup dua gerai, dirinya menjelaskan, kinerja Matahari secara keseluruhan masih cukup baik. Hal ini ditunjukkan dengan rencana Matahari untuk terus melakukan ekspansi. Kedua gerai yang akan ditutup itu akan digantikan dengan pembukaan 1-3 gerai baru hingga akhir tahun ini.

Namun, Miranti belum mau menyebutkan lokasi gerai baru Matahari. "Satu gerai ada di Pulau Jawa dan dua sisanya di luar Jawa," ujarnya.

Yang pasti, berdasarkan kinerja keuangan per semester I-2017, Matahari Department Store masih mencatatkan kinerja yang cukup menggembirakan. Penjualan perusahaan tumbuh menjadi Rp 3,73 triliun dari Rp 3,37 triliun pada periode sama tahun sebelumnya.

Editor: Yura Syahrul

Video Pilihan

Artikel Terkait