Dilantik Jokowi Jadi Gubernur DKI, Djarot Lanjutkan Empat Proyek

"Kalau bisa dipertahankan, kalau bisa ditingkatkan mas," kata Djarot menirukan pesan Ahok.
Ameidyo Daud Nasution
15 Juni 2017, 12:29
Djarot dilantik
ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari
Presiden Joko Widodo (kanan) memberi ucapan kepada Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat (kiri) beserta istri usai pelantikan di Istana Negara, Jakarta, Kamis (15/6).

Provinsi DKI Jakarta akhirnya kembali memiliki gubernur yang definitif, pasca pengunduran diri Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) lantaran ditahan dan menjadi narapidana kasus penistaan agama pada awal Mei lalu. Presiden Joko Widodo melantik Djarot Saiful Hidayat sebagai Gubernur DKI Jakarta definitif. Ia akan menjalankan sisa masa pemerintahannya hingga Oktober mendatang.

Proses pengambilan sumpah Gubernur DKI berlangsung di Istana Negara, Jakarta, pada pukul 09.30 WIB, Kamis (15/6). Pelantikan Djarot berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 76/P Tahun 2017. Selain Jokowi, hadir pula Wakil Presiden Jusuf Kalla serta Presiden RI ke-5 yang sekarang menjadi Ketua Dewan Pengarah Unit Kerja Presiden - Pemantapan Ideologi Pancasila (UKP-PIP) Megawati Soekarnoputri.

Usai dilantik, Djarot menjelaskan fokus kerjanya selama empat bulan sisa jabatannya adalah mempertahankan kepuasan masyarakat DKI Jakarta terhadap pemerintah provinsi yang mencapai 70 persen. Hal tersebut juga merupakan pesan Ahok saat pengunduran dirinya.

"Segera tuntaskan dan standar kita yang paling utama tingkat kepuasan masyarakat. Tolong tingkat kepuasan 70 persen di zaman kita mas, tolong tetap dipertahankan kalau bisa ditingkatkan," kata Djarot menirukan pesan Ahok.

Hal lain yang akan segera dikerjakan Djarot adalah menyelesaikan beberapa program di DKI Jakarta seperti Jak Grosir, Jak Mart, serta Antar Jemput Izin Bermotor (AJIB). Dalam pekerjaan proyek infrastruktur, Djarot akan melanjutkan proyek Light Rail Transit (LRT) Kelapa Gading - Rawamangun, tanggul laut National Capital Integrated Coastal Development (NCICD), menyelesaikan lelang Electronoic Road Pricing (ERP) serta pembangunan rumah susun.

"Untuk proyek yang belum selesai akan masuk lagi di Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2018," kata Djarot.

Tidak lupa, Djarot juga mengatakan fokus lainnya adalah proses Anggaran Pendapatan dan Belanja (APBD) Perubahan 2017. Sebab, Djarot merasa sisa jabatan hingga Oktober nanti merupakan mandat yang telah diberikan kepada dirinya untuk menyelesaikan janji dan program-programnya.

Ia juga mengatakan Gubernur DKI Jakarta terpilih Anies Baswedan telah membentuk tim sinkronisasi dan melakukan diskusi dengan Pemprov DKI. Meski begitu, Djarot meminta program yang dikerjakan Pemprov DKI saat ini yang baik nantinya dapat dilanjutkan. "Kalau (dianggap) tidak baik tidak apa-apa (tidak dilanjutkan), terserah saja."

 

Editor: Yura Syahrul

Video Pilihan

Artikel Terkait