Fokuskan Bisnis di Indonesia, Petronas Incar 8 Blok “Jatah” Pertamina

Anggita Rezki Amelia
9 Juni 2017, 14:36
Petronas
Katadata | Arief Kamaludin

Petroliam Nasional Berhad (Petronas) ingin semakin mengembangkan bisnisnya di sektor hulu minyak dan gas bumi di Indonesia. Salah satu caranya adalah mengincar delapan blok migas yang akan segera berakhir masa kontraknya. Rencana itu akan melibatkan PT Pertamina (Persero) yang mendapat jatah dari pemerintah untuk mengelola delapan blok tersebut.

Country Chairman Petronas Indonesia Mohamad Zaini Md Noor mengatakan, perusahaan energi asal Malaysia itu berkomitmen menjadikan Indonesia sebagai fokus bisnis migasnya. Langkah awal mewujudkan komitmen itu adalah menjalin kolaborasi dengan Pertamina. Kolaborasi itu dituangkan dalam nota perjanjian kerja sama (memorandum of cooperation/MoC) yang diteken pada Juli 2016.

(Baca: Petronas Minat Jadi Mitra Pertamina Kelola 8 Blok Pakai Gross Split)

Menurut Zaini, kerja sama di dalam MoC tersebut berupa kemitraan (partnership), yakni Petronas berminat menjadi mitra Pertamina dalam mengelola blok-blok migas di dalam negeri. Saat ini, kedua perusahaan tersebut masih mengidentifikasi peluang atau aset yang dapat dikerjasamakan.

Ia menjelaskan, pada prinsipnya Petronas memiliki kemampuan mengembangkan blok migas di dalam negeri. Salah satunya adalah kemampuan dan pengalaman untuk mengembangkan teknologi di hulu migas. Bahkan, dia mengklaim, Pertamina mampu menggenjot produksi di lapangan-lapangan yang sudah berakhir mas kontraknya.

Atas dasar itulah, Petronas tertarik mengelola 8 blok migas yang akan berakhir masa kontraknya alam waktu dekat. Keterlibatan itu bisa berupa menjadi mitra Pertamina, yang memang sudah ditugaskan pemerintah untuk mengelola blok-blok tersebut.

"Berkaitan dengan 8 blok migas tersebut pada dasarnya Petronas berkeinginan mengembangkan bisnis migas di Indonesia dengan melihat blok-blok yang tersedia," kata Zaini kepada Katadata, Kamis (8/6). (Baca: Investor dari Tiga Negara Siap Caplok 8 Blok Migas "Jatah" Pertamina)

Pada Januari lalu, pemerintah memang telah menugaskan Pertamina mengelola delapan blok migas. Kedelapan blok itu yakni Blok Sanga-Sanga, South East Sumatera, NSO, Tengah, East Kalimantan, Ogan Komering, Tuban, dan Blok Attaka.

Deputi Pengendalian dan Pengadaan SKK Migas Djoko Siswanto mengaku, Petronas juga sudah menyampaikan keinginannya untuk mengelola 8 blok migas itu kepada Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasisus Jonan pada Mei lalu. Namun, sampai saat ini belum ada surat pengajuan resmi.

Petronas juga siap jika harus menggunakan sistem kontrak gross split untuk mengelola 8 blok tersebut. Namun, sebelumnya mereka akan mengkajinya lebih mendalam karena sistem itu baru diperkenalkan di Indonesia. 

"Yang pasti Petronas akan berkerja sama dengan pemerintah agar skema gross split menjadi lebih efisien dan menguntungkan kedua belah pihak yaitu kontraktor dan pemerintah," kata Zaini.

(Baca: Akhir Juni, Batas Waktu Pertamina Rampungkan Kajian 8 Blok Migas)

Advertisement

Ia menambahkan, selain mengincar blok-blok eksisting yang sudah berproduksi, Pertamina juga mengincar blok-blok baru yang masih dalam tahap eksplorasi. Namun, Zaini belum mau menyebutkan blok-blok baru yang jadi incaran Petronas.

Sementara itu, Senior Vice President Upstream dan Development Pertamina Denie S. Tampubolon mengatakan, pihaknya belum bisa memutuskan pengajuan minat perusahaan lain untuk menjadi mitra pengelolaan 8 blok migas tersebut. Alasannya, Pertamina harus menyelesaikan kajian keekonomian terhadap delapan blok itu dengan pemerintah sebelum memutuskan nasib kontraknya.

"Tapi belum kami proses (permintaan menjadi mitra), karena kami Pertamina harus menyelesaikan dulu dengan pemerintah," kata Denie kepada Katadata, Kamis (8/6).

Editor: Yura Syahrul
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait