Jokowi Lantik Megawati dan Buya Syafii Jadi Pengarah Unit Pancasila

"Kami juga akan bantu agar pelajaran Pancasila lebih menarik dan lebih sesuai dengan perkembangan masyarakat," kata Ketua UKPPIP Yudi Latif.
Ameidyo Daud Nasution
7 Juni 2017, 11:37
Megawati
ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari

Presiden Joko Widodo telah menyusun dan melantik Ketua serta Dewan Pengarah Unit Kerja Presiden Pembinaan Ideologi Pancasila (UKPPIP). Dewan pengarah unit kerja itu diisi sejumlah tokoh nasional dan pemuka agama, antara lain Presiden RI ke-5 Megawati Soekarnoputi dan mantan Ketua Umum Pengurus Pusat Muhammadiyah Ahmad Syafii Maarif.

Dewan Pengarah UKPPIP itu terdiri atas sembilan orang. Selain Megawati dan Buya Syafii, ada mantan Wakil Presiden Try Soetrisno,Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Ma'ruf Amin dan mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mohammad Mahfud MD.

Ada pula, Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Said Aqil Siradj dan mantan Ketua Umum Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (PGI) Pdt Andreas A. Yewangoe. Selain itu, Ketua Umum Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Wisnu Bawa Tenaya, dan Chairman GarudaFood Sudhamek AWS.

Sedangkan mantan Wakil Rektor Universitas Paramadina Yudi Latif didapuk menjadi Ketua UKPPIP. Acara pelantikan Ketua dan Dewan Pengarah UKPPIP ini digelar di Istana Negara, Jakarta, Rabu pagi (7/6). 

Acara tersebut diawali dengan pembacaan Keputusan Presiden Nomor 31 Tahun 2017 sebagai payung hukum unit kerja ini, lalu dilanjutkan dengan pembacaan sumpah. "Bahwa saya dalam menjalankan tugas akan menjunjung tinggi etika jabatan dan bekerja sebaik-baiknya," kata Jokowi saat pembacaan sumpah dan diikuti Ketua dan Dewan Pengarah UKPPIP.

Usai prosesi pelantikan, Yudi Latif mengatakan UKPPIP akan memastikan bagaimana setiap orang dapat mengamalkan Pancasila dalam kehidupannya masing-masing. Institusi serta lembaga dalam hal ini akan ditempatkan sebagai fasilitator. Sedangkan pihak yang bergerak memperkuat Pancasila adalah para komunitas.

"Kami juga akan bantu agar pelajaran Pancasila lebih menarik dan lebih sesuai dengan perkembangan masyarakat," katanya.

Yudi melihat ada perbedaan antara unit kerja ini dengan Badan Pembinaan Pendidikan Pelaksanaan Pedoman Penghayatan dan Pengamalan Pancasila (BP7). Unit kerja ini melihat dimensi penghayatan Pancasila lebih luas ketimbang hanya berorientasi kepada  penataran Pedoman Penghayatan dan Pengamalan Pancasila (P4). "Apalagi dari sisi armada dulu (BP7) bisa sampai Kabupaten, kalau kami tidak."

Ia menambahkan, unit kerja ini merupakan sejenis dapur untuk mengembangkan wawasan kebangsaan secara sistematis. Yudi juga menjelaskan Dewan Pengarah direpresentasikan dengan beberapa tokoh yang berbeda serta akan menjadi jembatan pengarusutamaan Pancasila di komunitasnya masing-masing.

"Apalagi dunia usaha yang sering dipinggirkan tanggung jawabnya dari Pancasila akan menjadi penting di masa depan," kata Yudi merujuk pada masuknya nama Chairman GarudaFood Sudhamek AWS ke dalam dewan pengarah unit kerja tersebut.

Editor: Yura Syahrul

Video Pilihan

Artikel Terkait