Hasil Uji Coba Minyak Iran di Kilang Cilacap Dirilis Pekan Depan

Miftah Ardhian
7 April 2017, 17:23
Kilang Cilacap
ANTARA FOTO/Idhad Zakaria

PT Pertamina (Persero) telah merampungkan proses uji coba pengolahan minyak mentah asal Iran di Kilang Cilacap. Namun, Pertamina masih membutuhkan waktu untuk memastikan kecocokan minyak mentah dari negara Timur Tengah itu untuk dapat diolah di Indonesia.

Vice President (VP) Integrated Supply Chain (ISC) Daniel Purba mengatakan, pihaknya masih memerlukan uji laboratorium dan serangkaian uji coba lanjutan untuk memastikan produk yang bisa dihasilkan dari minyak mentah tersebut di kilang Cilacap. Jadi, hasil uji cobanya diperkirakan akan keluar dalam waktu dekat ini.

"Kami masih menunggu, tapi minggu depan sudah ada hasil dari uji cobanya," ujar Daniel saat konferensi pers mengenai perkembangan ISC di Gedung Pertamina Pusat, Jakarta, Jumat (7/4). (Baca: Impor Minyak Mentah dari Iran Tunggu Hasil Uji Coba)

Daniel menjelaskan, selama ini kapasitas Kilang Cilacap masih belum optimal. Dengan kapasitas sebesar 120 ribu barel per hari (bph), yang digunakan atau terpakai 110 ribu bph. Selama ini, pasokan minyak mentah untuk kilang tersebut berasal dari Arabian Crude. Jadi, uji coba minyak mentah dari Iran ini salah satunya bertujuan menggantikan arabian crude tersebut.

Setelah hasil uji coba keluar, Daniel mengatakan, Pertamina akan mengkaji lagi secara lebih mendalam komposisi minyak Iran yang bisa diolah di Kilang Cilacap. Selain itu, produk apa saja yang bisa dihasilkan selain dari Bahan Bakar Minyak (BBM).

Ia mengatakan, minyak Iran ini seharusnya juga bisa menghasilkan pelumas. Namun, tidak menutup kemungkinan hanya sekitar 50 persen komposisi minyak Iran yang bisa terolah di Kilang Cilacap. Jadi masih perlu dicampur dengan minyak asal Arab. "Kalau hanya bisa 50 persen ya terpaksa harus blending. Sekarang kami uji coba, blending dan single," ujarnya.

(Baca: Pekan Depan, Pertamina Uji Coba Minyak Asal Iran di Kilang Cilacap)

Daniel menekankan, salah satu faktor pertimbangannya adalah nilai keekonomisan yang bisa diperoleh dengan implementasi rencana itu. Apabila dinilai menguntungkan, maka Pertamina akan mulai membicarakan kontrak jangka panjang impor minyak mentah dari Iran. "Kalau available, kami akan negosiasi sampai memberikan harga yang ekonomis."

Pembelian minyak dari Iran tersebut merupakan salah satu bentuk kerjasama Pertamina dan Iran dari hasil kunjungan Presiden Joko Widodo ke Iran beberapa waktu lalu. Pada tahap awal, Iran akan mengirimkan satu kargo minyak jenis Iranian Light Crude dengan volume sebesar satu juta barel.

(Baca: Iran Mengusik Dominasi Arab Saudi Garap Proyek Kilang Pertamina)

Pengiriman satu kargo minyak tersebut untuk uji coba di beberapa kilang minyak Pertamina. Nilai kontrak uji coba minyak itu berkisar US$ 50 juta, dengan asumsi harga minyak sebesar US$ 50 per barel.

Editor: Yura Syahrul
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait