Tanam Pohon Ulin Bersama Raja Salman, Jokowi: Agar Hubungan Kuat

"Kenapa kayu besi (ulin) ? Karena ini kayu paling kuat."
Ameidyo Daud Nasution
2 Maret 2017, 19:51
Jokowi Arab
Liputan6.com/Angga Yuniar/POOL

Keinginan Presiden Joko Widodo (Jokowi) menanam pohon di lingkungan istana dengan Raja Arab Saudi, Salman bin AbdulAziz Al Saud, akhirnya terwujud. Meskipun lokasi penanaman pohon ulit tersebut di halaman belakang Istana Merdeka, Jakarta, Kamis ini (2/3), bukan sesuai rencana awal di Istana Kepresidenan Bogor, Rabu kemarin.

Penanaman pohon secara simbolis tersebut berlangsung tepat pukul 15.10 WIB, disaksikan sejumlah Pangeran Arab Saudi serta para menteri. Sebelum menanam pohon bersama, Jokowi dan Raja Salman sempat berkeliling area istana menggunakan bogey atau mobil golf kecil.

Penanaman pohon ulin tidak berlangsung lama, yaitu kurang dari lima menit. Setelah sekali menuangkan tanah dengan sekop, Raja Salman dan rombongan langsung mengakhiri acara di istana.

Usai ditinggal Raja Salman, Jokowi kembali ke lokasi penanaman pohon ulin tersebut. Kemudian, Presiden menyiram tanaman itu. Tidak banyak kata yang diucapkan Jokowi. Ia hanya mengatakan, penanaman pohon ulin atau biasa disebut pohon kayu besi ini menandakan harapan kokohnya hubungan Indonesia dengan Arab Saudi di masa depan.

"Kenapa kayu besi (ulin) ? Karena ini kayu paling kuat," kata Jokowi. Setelah mengeluarkan pernyataan singkat, Jokowi langsung masuk kembali ke Istana Merdeka.

Sebelum menanam pohon ulin, Jokowi bersama Raja Salman telah melakukan sejumlah kegiatan bersama. Pertama, berkunjung ke Masjid Istiqlal, Jakarta, untuk melakukan ibadah. Kehadiran keduanya disambut oleh Imam Besar Masjid Istiqlal, Nasaruddin Umar.

Setelah setengah jam, keduanya lalu meluncur ke Istana Merdeka untuk bertemu dengan tokoh agama Islam pada pukul 14.40 WIB. Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin mengatakan, Raja Salman sangat bersyukur bisa menyambangi masjid Istiqlal. "Apalagi dengan sejarah masjid tersebut yang khas."

Editor: Yura Syahrul
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait