Jokowi Belum Memutuskan, Jabatan Plt Dirut Pertamina Diperpanjang

Pemerintah masih membutuhkan waktu untuk mengecek para calon. "Karena ini butuh waktu, kan proses, ada Tim Penilai Akhir (TPA) segala," kata Rini Soemarno.
Miftah Ardhian
2 Maret 2017, 13:45
Rini Soemarno
Katadata | Arief Kamaludin

Pemerintah hingga kini belum menetapkan Direktur Utama PT Pertamina (Persero) yang baru karena proses seleksi calon-calonnya belum selesai. Alhasil, jabatan Yenni Andayani sebagai Pelaksana tugas (Plt) Dirut Pertamina diperpanjang.

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno mengungkapkan, seleksi calon Dirut Pertamina saat ini masih berjalan. Kementerian BUMN bersama Dewan Komisaris Pertamina memang telah melakukan seleksi sejumlah kandidat untuk menjadi nakhoda perusahaan itu. 

Dari proses seleksi tersebut, dia mengaku, ada banyak nama yang sudah masuk ke Kementerian BUMN. Namun, pemerintah masih membutuhkan waktu untuk mengecek para calon tersebut. Selain itu, penetapan Dirut Pertamina harus melalui Tim Penilai Akhir (TPA). Keputusan akhir pun berada di tangan Presiden Joko Widodo (Jokowi). 

(Baca: Wakil Menteri ESDM Arcandra Jadi Calon Kuat Dirut Pertamina)

"Karena ini butuh waktu, kan proses, ada Tim Penilai Akhir (TPA) segala," kata Rini di Kantor Kementerian BUMN, Jakarta, Kamis (2/3).  Lantaran belum ada keputusan, Dewan Komisaris Pertamina memutuskan perpanjangan masa jabatan Plt Dirut hingga prosesnya rampung. "Diperpanjang oleh Dekom satu bulan lagi." 

Namun, Rini tidak menjelaskan payung hukum keputusan perpanjangan masa jabatan tersebut. Yang jelas, perpanajangan masa jabatan Plt Dirut Pertamina ini bisa bertabrakan dengan aturan yang ada. Anggaran Dasar/Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) Pertamina hanya memberikan waktu 30 hari kepada Dewan Komisaris untuk menentukan dirut definitif.

Sebelumnya, Deputi Bidang Usaha Energi, Logistik, Kawasan dan Pariwisata Kementerian BUMN Edwin Hidayat Abdullah mengatakan ada lima calon yang diajukan oleh Dewan Komisaris Pertamina. Semuanya merupakan direksi Pertamina saat ini.

Namun, dia menolak menyebutkan secara rinci nama-nama calon tersebut. Yang jelas, Kementerian BUMN tengah memfinalisasi para calon tersebut sebelum disampaikan kepada Presiden. "Biasanya 3-4 orang (calon) yang diajukan namanya ke Presiden," kata Edwin, Kamis (23/2).

(Baca: Dewan Komisaris Usulkan Lima Calon Dirut Pertamina)

Kabar yang beredar, kandidat dirut dari internal Pertamina adalah Rachmad Hardadi, Direktur Megaproyek Pengolahan dan Petrokimia. Nama Plt Dirut Yenni juga disebut-sebut. Sedangkan dari luar Pertamina, beredar sejumlah nama, antara lain Staf Ahli Menteri BUMN, Budi Gunadi Sadikin; dan Dirut PTPN III Holding sekaligus mantan Dirut PT elnusa Tbk, Elia Massa Manik.

Namun, berdasarkan informasi yang diperoleh Katadata, dari sejumlah calon di internal maupun eksternal Pertamina, pilihan Presiden saat ini mengerucut kepada Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arcandra Tahar. Pertimbangan Presiden adalah kemampuan teknis Arcandra di bidang minyak dan gas bumi sehingga diharapkan mampu meningkatkan kinerja Pertamina.

Seperti diketahui, sebelum masuk kabinet pada Juli tahun lalu, Arcandra punya karier panjang di berbagai perusahaan migas di Amerika Serikat (AS). Terakhir, dia menjabat Presiden Petroneering, perusahaan konsultan dan pengembangan teknologi untuk pengeboran minyak lepas pantai (offshore) di AS.

Pertimbangan lainnya adalah, Jokowi sudah lebih mengenal Arcandra dibandingkan calon-calon lainnya. “Calon kuatnya Arcandra, tapi belum final,” kata sumber tersebut, Rabu (1/3). (Baca: Tersangkut Kontrak dengan Pertamina, Arcandra Diadukan ke KPK)

Sumber lain Katadata menyebutkan, keputusan Presiden memilih Arcandra masih belum bulat lantaran sempat tersandung kasus status kewarganegaraan AS sehingga dicopot sebagai Menteri ESDM pada medio Agustus 2016. Karena itulah, keputusan dirut baru Pertamina tertunda dan urung ditetapkan hingga pertengahan pekan ini.

Editor: Yura Syahrul
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait